LEBAK, TargetOprasiNews. Com — Upaya menjaga warisan budaya kuliner Indonesia kembali digaungkan melalui Festival Kuliner Mustika Rasa 2026 yang digelar di Museum Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026 ini menghadirkan berbagai kuliner tradisional Nusantara sekaligus mengangkat kembali sejarah buku Mustika Rasa, sebuah ensiklopedia kuliner Indonesia yang lahir dari gagasan Presiden pertama Republik Indonesia.
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang mencicipi aneka makanan khas daerah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar mengenal kekayaan pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Bupati Lebak yang diwakili Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Lebak, Rahmat, menyampaikan bahwa pemikiran dalam Mustika Rasa masih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian dari kedaulatan bangsa. Mustika Rasa bukan sekadar kumpulan resep, tetapi bentuk kesadaran bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan yang sangat besar dan harus dijaga,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki potensi besar dalam mengembangkan pangan berbasis sumber daya lokal. Berbagai komoditas seperti beras, jagung, singkong, talas, pisang, sayuran, buah-buahan, hingga ikan air tawar menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pandangan terhadap pangan lokal yang selama ini sering dianggap sederhana.
“Pangan lokal bukan makanan kelas dua. Singkong, talas, jagung dan hasil bumi lainnya merupakan warisan budaya sekaligus kekuatan pangan masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kuliner Mustika Rasa, Ubaidillah, menjelaskan bahwa sejarah Mustika Rasa berawal pada 1960 ketika Bung Karno meminta Menteri Pertanian melakukan pendataan berbagai makanan tradisional di seluruh Indonesia hingga tingkat desa.
Proses tersebut sempat mengalami hambatan akibat keterbatasan komunikasi dan teknologi pada masa itu. Namun pendataan terus dilanjutkan hingga melibatkan Akademi Gizi pada 1962.
“Hasilnya, pada tahun 1967 terbit buku Mustika Rasa dengan ketebalan 1.512 halaman yang berisi sekitar 6.000 jenis makanan Nusantara,” jelasnya.
Festival Kuliner Mustika Rasa 2026 akan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan nonton bareng serta diskusi film bersama sutradara .
Melalui festival ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal, melestarikan, dan mengembangkan kuliner Nusantara sebagai kekuatan budaya sekaligus fondasi kemandirian pangan Indonesia.
Pewarta: Dadang Setiawan
Editor: Edo s

