Lebak, TargetOprasiNews.com – Dugaan pembuangan limbah cair dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung ke drainase jalan di kawasan Pasir Geleng, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, menuai kecaman warga. Mereka menilai pemerintah daerah dan pihak pelaksana program terkesan lalai dalam mengawasi pengelolaan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan limbah berwarna kecoklatan hingga keputihan mengalir bebas ke saluran drainase tanpa melalui proses pengolahan. Bau menyengat yang ditimbulkan juga dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Warga menilai kondisi tersebut tidak pantas terjadi dalam program nasional yang dibiayai negara dan digadang-gadang sebagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Ini program negara, bukan usaha kecil rumahan. Masa limbah dapurnya dibuang sembarangan ke drainase jalan? Kalau benar seperti ini, jelas ada kelalaian serius,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal, Kamis (22/05/2026).
Menurut warga, persoalan ini bukan hanya soal bau tidak sedap, tetapi juga menyangkut ancaman pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Limbah dapur diduga mengandung sisa makanan, minyak, lemak, hingga bakteri yang dapat menjadi sumber penyakit apabila terus dibiarkan mengalir ke saluran umum.
“Kalau dibiarkan terus, drainase bisa tercemar. Belum lagi kalau airnya mengalir ke sungai atau lingkungan warga. Yang menanggung dampaknya masyarakat,” kata warga lainnya.
Seorang ahli kesehatan lingkungan yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa dapur produksi makanan dalam skala besar wajib memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“IPAL itu kewajiban, bukan pelengkap. Kalau limbah dapur langsung dibuang ke saluran air tanpa pengolahan, jelas berpotensi mencemari lingkungan dan menjadi media berkembangnya bakteri patogen,” tegasnya.
Warga juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan pemerintah daerah terhadap operasional dapur MBG di Kabupaten Lebak. Mereka menilai lemahnya pengawasan dapat membuka ruang terjadinya pelanggaran sanitasi dan pencemaran lingkungan.
“Jangan sampai program yang katanya untuk kesehatan masyarakat justru menghadirkan ancaman penyakit bagi masyarakat sekitar,” kritik warga.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, dinas terkait, hingga pihak pelaksana MBG segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika ditemukan pelanggaran, warga meminta adanya tindakan tegas, bukan sekadar pembinaan formalitas.
“Pemerintah jangan tutup mata. Kalau ada dugaan pelanggaran lingkungan, harus ditindak tegas. Jangan sampai masyarakat jadi korban akibat pengawasan yang lemah,” pungkas warga.(maman/Tim)

