Lebak, targetoprasinews.com – Langit duka menyelimuti dunia jurnalistik Kabupaten Lebak. Kabar wafatnya mantan Ketua Forum Wartawan Lebak (Forwal), Ahmad Bakhtiar atau yang akrab disapa Abak, membuat insan pers kehilangan salah satu sosok terbaiknya.
Abak menghembuskan napas terakhir pada Kamis malam (7/5/2026) pukul 20.15 WIB. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para wartawan yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi sederhana, bersahaja, namun penuh dedikasi terhadap profesi jurnalistik.
Bagi kalangan wartawan Lebak, nama Ahmad Bakhtiar bukan sekadar jurnalis biasa. Ia dikenal sebagai sosok pemersatu yang selama hidupnya mampu menjaga kekompakan dan solidaritas antarinsan pers. Dua periode memimpin Forwal menjadi bukti pengabdiannya terhadap organisasi dan dunia jurnalistik di Kabupaten Lebak.
Tangis dan rasa kehilangan begitu terasa di rumah duka. Satu per satu wartawan, tokoh masyarakat, hingga sahabat almarhum berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Ketua Forum Wartawan Lebak (Forwal), Edi Junaedi, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya sosok senior yang selama ini menjadi panutan bagi banyak wartawan muda.
“Kami keluarga besar Forum Wartawan Lebak turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Ahmad Bakhtiar atau Abak. Beliau bukan hanya senior, tetapi juga sosok yang banyak berjasa bagi organisasi dan dunia jurnalistik di Kabupaten Lebak,” ujar Edi dengan penuh haru, Jumat (8/5/2026).
Edi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang hadir dan ikut mengantarkan kepergian almarhum.
“Kehadiran rekan-rekan wartawan malam ini menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan di antara insan pers masih sangat kuat. Abak telah meninggalkan jejak persahabatan yang luar biasa,” tambahnya.
Rasa kehilangan serupa disampaikan M. Alfian SW atau Aby Doso, Dewan Pembina AWDI DPC Lebak sekaligus Pemimpin Redaksi Media ADN dan Multatulinews.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok wartawan senior yang dikenal rendah hati dan selalu memberikan motivasi kepada generasi muda di dunia jurnalistik.
“Kami kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pers di Lebak. Almarhum dikenal baik, sederhana, dan selalu mengajarkan semangat perjuangan kepada wartawan muda. Sosok seperti beliau akan sangat sulit tergantikan,” ungkap Aby Doso.
Kepergian Ahmad Bakhtiar menjadi kehilangan besar bagi dunia pers Kabupaten Lebak. Namun dedikasi, pengabdian, dan semangatnya dalam menjaga marwah jurnalistik akan terus hidup di hati para sahabat dan rekan seprofesi.
Selamat jalan, Abak…
Namamu akan selalu hidup dalam setiap jejak perjuangan insan pers Lebak.
Pewarta: Dadang Setiawan. (Adol)


