Lebak, targetoprasinews.com - 12 April 2026 Aliansi Mahasiswa Darurat Hukum menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (12/4). Aksi ini menuntut Pemerintah Kabupaten Lebak segera membenahi tata kelola Alun-alun Malingping yang dinilai semrawut dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Aksi tersebut merupakan respons atas insiden tersengat listrik yang menimpa seorang siswa kelas V SDN 1 Malingping Utara di area pagar alun-alun. Peristiwa itu dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan dan pengelolaan fasilitas publik.
Dalam aksinya, massa menyoroti buruknya sistem pengelolaan alun-alun, termasuk dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang. Pungutan disebut mencapai Rp13.000 per hari dengan dalih biaya salaran dan perawatan. Namun, mahasiswa menilai tidak ada perbaikan signifikan terhadap infrastruktur kawasan tersebut.
Selain itu, kondisi instalasi listrik yang tidak tertata dan tidak sesuai standar keselamatan menjadi sorotan. Massa menilai pedagang dan pengelola sama-sama lalai, sementara pihak Kecamatan Malingping dinilai tidak optimal dalam melakukan pengawasan.
Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), pemuda, hingga masyarakat setempat. Mereka mendesak adanya transparansi dan kejelasan dalam sistem pengelolaan alun-alun.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa Darurat Hukum menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak pemerintah daerah segera membenahi tata kelola alun-alun, melakukan investigasi menyeluruh atas insiden listrik, serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan premanisme terhadap seorang aktivis mahasiswa berinisial HA serta praktik pungli yang diduga telah berlangsung lama di kawasan tersebut. Massa juga mendesak evaluasi terhadap kinerja aparat terkait yang dinilai melakukan pembiaran.
Mahasiswa menegaskan, jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan kembali digelar. (Tim TO News)


