Lebak, targetoprasinews.com — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti acara pisah sambut Camat Cikulur. Di balik seremoni tersebut, terselip pesan tegas dari Pemerintah Kabupaten Lebak: aparatur kecamatan tidak boleh sekadar menjadi pelaksana administratif, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat.
Lihat Pidio ⤵️⤵️⤵️
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Setda Lebak, Iyan Fitriana, menyampaikan amanat Bupati Lebak dengan nada yang lugas dan penuh penekanan. Ia mengingatkan bahwa jabatan camat bukan sekadar posisi struktural, melainkan garda terdepan dalam menjawab persoalan rakyat.
“Camat adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat. Jangan hanya bekerja dari balik meja. Turunlah, dengarkan, rasakan, dan selesaikan persoalan yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan di tingkat kecamatan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan kepekaan, keberanian mengambil langkah, serta kemampuan merangkul semua pihak untuk menghadirkan solusi nyata.
Pesan tersebut seakan menjadi garis tegas: pelayanan publik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
Di sisi lain, Plt Camat sebelumnya, Vidia Indera, menyampaikan refleksi sekaligus harapan. Ia menyoroti meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang kian dinamis.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Pelayanan harus terus ditingkatkan, dan hubungan baik dengan seluruh stakeholder harus dijaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan kecamatan tidak hanya terletak pada birokrasi, tetapi juga pada sinergi sosial yang terbangun.
“Ulama dan umaro harus berjalan seiring. Kebersamaan itu yang menjadi fondasi kuat dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat,” katanya.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan Camat Cikulur yang baru, M. Iwan Arsiwan. Pada Saat di wawancara (5/5/2026) Dengan langkah pasti, ia menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menjawab berbagai tantangan yang ada.
"Yang sudah baik akan kami teruskan. Yang belum, akan kami benahi bersama. Tidak bisa sendiri, harus melibatkan semua pihak,” ucapnya mantap.
Di hadapannya, terbentang agenda penting, termasuk pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu di Desa Anggalan. Sebuah momentum yang harus dijaga agar tetap aman, damai, dan demokratis.
Lebih dari itu, Iwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. Ia percaya, keberhasilan pembangunan tidak lahir dari kerja satu pihak, melainkan dari kebersamaan.
“Kunci keberhasilan ada pada komunikasi dan kolaborasi. Jika semua bergerak bersama, Cikulur akan maju,” pungkasnya.
Pisah sambut ini bukan sekadar pergantian jabatan. Ia adalah penegasan kembali bahwa pelayanan kepada rakyat harus menjadi napas utama setiap langkah birokrasi. (Dadang/red)


