WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Mahasiswa Kumala Menggugat Keras Disdik Lebak: Pendidikan Amburadul, Dugaan Kebocoran BOS Disorot


Lebak, targetoprasinews.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung melancarkan aksi unjuk rasa keras di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Selasa (5/5/2026).

Aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk kemarahan terbuka atas carut-marutnya dunia pendidikan di Lebak yang dinilai semakin jauh dari cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan suara lantang dan penuh tekanan, massa menuntut pertanggungjawaban serta evaluasi total terhadap kinerja Dinas Pendidikan.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti tingginya angka putus sekolah yang dianggap sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan bagi warganya. Mereka menilai, kondisi ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi dengan dalih klasik.

Lebih tajam lagi, isu dugaan kebocoran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi amunisi utama dalam aksi tersebut. Mahasiswa mendesak adanya audit transparan dan penindakan tegas jika ditemukan penyimpangan.

“Jangan main-main dengan dana pendidikan! Ini hak rakyat, bukan bancakan!” teriak salah satu orator di tengah massa.

Kualitas pendidikan yang stagnan bahkan cenderung menurun turut menjadi sorotan. Kumala menegaskan, tanpa langkah konkret dan keberanian berbenah, pendidikan di Lebak hanya akan menjadi formalitas tanpa makna.

Aksi sempat memanas saat massa membakar ban bekas di depan gerbang kantor Disdik sebagai simbol kekecewaan dan perlawanan. Asap hitam pekat membumbung tinggi, mempertegas suasana tegang di lokasi aksi.

Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung, Heru, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi yang ada.

“Ini bukan lagi soal kekurangan, ini soal kelalaian! Pendidikan di Lebak sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, massa aksi menyatakan akan terus bertahan hingga tuntutan mereka didengar dan ditindaklanjuti secara nyata.

Aparat keamanan tampak berjaga ketat untuk mengantisipasi potensi eskalasi, seiring memanasnya situasi di lapangan. (Tim) 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia