Lebak, targetoprasinews.com – Harapan para petani di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, sempat berubah menjadi kebingungan. Sejumlah petani yang biasa membeli pupuk bersubsidi tiba-tiba tak lagi bisa melakukan penebusan karena nama mereka tidak muncul dalam sistem.
Di tengah keresahan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata karena pupuk tidak tersedia, melainkan akibat data petani yang tidak lagi tercatat dalam sistem resmi pemerintah.
Menurut Rahmat Yuniar, banyak petani belum terdaftar dalam Simluhtan sebagai anggota kelompok tani. Bahkan, ada pula data petani yang otomatis terhapus karena selama kurang lebih tiga tahun berturut-turut tidak melakukan penebusan pupuk subsidi.
“Data bisa hilang otomatis apabila petani lama tidak melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Ini yang banyak tidak diketahui masyarakat,” ungkapnya.
Kondisi itu membuat petani tidak dapat mengakses pupuk subsidi karena penyaluran hanya diperuntukkan bagi mereka yang tercantum dalam e-RDKK. Di sisi lain, musim tanam terus berjalan dan kebutuhan pupuk tidak bisa ditunda.
Sebagai solusi sementara, Dinas Pertanian menyarankan petani menggunakan pupuk non-subsidi maupun pupuk organik agar aktivitas pertanian tetap berjalan. Namun pemerintah juga membuka jalan agar petani dapat kembali masuk ke dalam sistem.
Petani yang belum terdaftar diminta segera bergabung dengan kelompok tani dan melakukan pendataan ulang melalui Simluhtan. Nantinya, data tersebut akan diusulkan masuk ke e-RDKK saat pembaruan sistem dibuka oleh Kementerian Pertanian.
Rahmat Yuniar menegaskan, pihaknya terus melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian, validasi data, hingga koordinasi dengan kios pupuk dan kelompok tani agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami membuka ruang koordinasi. Jika ada petani yang mengalami kendala, silakan laporkan nama dan kelompok taninya agar bisa segera ditelusuri dan difasilitasi,” tegasnya.
Di balik persoalan administrasi itu, tersimpan harapan besar para petani agar akses terhadap pupuk subsidi tidak lagi menjadi hambatan dalam menjaga hasil panen dan keberlangsungan hidup mereka.(do/red)

