Lebak, targetoprasinews.com — Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Banten Selatan menghadiri peringatan 100 hari wafatnya ulama kharismatik KH Arhadi bin H Soleh, pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum Gembrong, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Jumat (3/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 20.00 WIB itu diisi dengan doa bersama, tausiyah, serta silaturahmi antara para alumni, santri, dan masyarakat yang pernah merasakan kiprah dakwah almarhum. Diperkirakan sebanyak 500 hingga 1.000 jamaah memadati lokasi acara.
KH Arhadi dikenal sebagai tokoh ulama berpengaruh yang telah melahirkan banyak kader ulama dan pimpinan pondok pesantren di wilayah Banten Selatan. Ia wafat di usia lebih dari 100 tahun dan meninggalkan satu orang istri serta enam anak.
Putra sulung almarhum, KH Idin Rosidin yang juga menjabat Ketua MUI Kecamatan Malingping, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dengan niat ikhlas untuk mendoakan orang tua kami. Semasa hidupnya, beliau senantiasa mengamalkan ilmu dengan penuh keikhlasan kepada santri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga usia lanjut, almarhum masih memiliki kondisi fisik yang relatif baik, seperti pendengaran yang normal, penglihatan yang jelas, serta masih mampu membaca kitab kuning.
“Semoga keistimewaan tersebut menjadi wasilah, sehingga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik,” kata KH Idin.
Peringatan tersebut juga diisi tausiyah oleh KH Ayong Syahroni, pimpinan pondok pesantren di wilayah Banjarsari. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa keberlanjutan ilmu yang diajarkan almarhum melalui para muridnya menjadi bukti ketulusan dalam berdakwah.
“Ilmu beliau terus hidup dan diamalkan oleh para santri yang kini menjadi ulama di berbagai daerah. Ini menunjukkan keikhlasan dan keberkahan perjuangan beliau,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan serta keteladanan sikap tawadhu yang selama ini dicontohkan almarhum.
Acara turut dihadiri unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, antara lain Kapolsek Malingping, Camat Malingping, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Malingping, serta pengurus MWCNU setempat.
Peringatan 100 hari wafat ini menjadi momentum refleksi bagi para santri dan masyarakat untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta pengabdian yang telah diwariskan oleh KH Arhadi bin H Soleh.
Pewarta: Maman


