Lebak, targetoprasinews.com – Keresahan para petani yang sempat kehilangan hak mendapatkan pupuk subsidi perlahan mulai menemukan secercah harapan. Setelah ramai dikeluhkan karena nama mereka tiba-tiba hilang dari daftar penerima, kini pemerintah disebut mulai membuka jalan penyelesaian.
Mad Roji, penjaga kios pupuk yang selama ini menjadi tempat warga bertanya dan mengadu, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Badan penyuluh pertanian (BPP). Bahkan, ia mengaku sempat dipanggil langsung untuk membahas persoalan tersebut.
“Sebetulnya saya sudah berkoordinasi kemarin dan sudah direspons sama pihak PPP sama Dinas Pertanian. Bahkan kemarin saya juga dipanggil ke Dinas Pertanian bahwa petani yang kemarin terdaftar sekarang tidak terdaftar, dan sekarang tidak bisa menebus,” ujar Mad Roji saat ditemui awak media, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, hilangnya nama petani dari sistem membuat banyak warga kebingungan dan khawatir gagal tanam karena pupuk subsidi menjadi kebutuhan utama untuk menjaga hasil pertanian tetap berjalan.
Namun di tengah kegelisahan itu, kabar baik mulai datang. Pemerintah disebut akan kembali membuka portal pendataan agar petani yang sempat terhapus dari sistem bisa didaftarkan ulang.
“Alhamdulillah sekarang sudah direspons, jadi insya Allah bulan depan portalnya akan segera dibuka kembali. Yang tidak terdaftar sekarang akan didaftarkan kembali atau didaftar ulang biar masyarakat mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.
Ia juga menyebut, persoalan tersebut diduga terjadi akibat kendala dalam proses penginputan data sebelumnya, sehingga banyak petani yang semula aktif justru kehilangan status penerima manfaat.
“Insya Allah bulan depan katanya akan dimasukkan kembali datanya. Nah, karena penginputan sebelumnya mungkin ada kendala di sistem,” jelasnya.
Bagi para petani kecil di Lebak, pupuk subsidi bukan sekadar bantuan pemerintah, melainkan penopang hidup yang menentukan keberlangsungan musim tanam mereka. Kini, mereka hanya berharap janji pendataan ulang benar-benar terealisasi, agar sawah tetap terolah dan harapan tidak kembali pupus di tengah musim tanam. (ds/red)

