Serang, targetoprasinews.com – Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf memperkokoh sinergitas antara TNI dan elemen masyarakat melalui pembinaan Jaring Mitra Karib Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Makorem 064/MY, Jumat (17/4), ini bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap dinamika sosial di wilayah Banten.
Mewakili Danrem 064/MY, Kepala Seksi Teritorial (Kasi Ter) Kasrem 064/MY, Kolonel Kav Muslim Rahim Tompo, S.H., M.Si., menegaskan bahwa keberadaan Mitra Karib merupakan instrumen krusial dalam sistem pertahanan kewilayahan. Menurutnya, kolaborasi ini memungkinkan aliran informasi dari lapangan mengalir lebih cepat dan akurat.
"Titik tekan kita adalah kemampuan temu cepat dan lapor cepat. Dengan informasi yang responsif, setiap potensi persoalan di masyarakat dapat kita kenali sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas," ujar Kolonel Kav Muslim Rahim Tompo di hadapan peserta.
Dukungan Asta Cita
Dalam pemaparannya, Kasi Ter menjelaskan bahwa penguatan jaring teritorial ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk mendukung program Asta Cita Presiden RI dalam menjaga stabilitas fundamental wilayah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi yang berkembang guna menjaga kondusivitas.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merepresentasikan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur desa, hingga kalangan akademisi dan pelajar. Selain di tingkat Korem, penguatan ini juga diinstruksikan ke tingkat bawah, di mana setiap Kodim di jajaran Banten diminta menyiapkan sedikitnya 30 orang Mitra Karib sebagai garda terdepan informasi.
Sinergi Teritorial
Program ini diharapkan mampu membangun jaringan komunikasi dua arah yang solid. Bagi Korem 064/MY, Mitra Karib bukan sekadar mitra kerja, melainkan bagian dari sistem kewilayahan yang terhubung langsung dengan denyut nadi masyarakat.
Dengan penguatan ini, Korem 064/MY optimistis stabilitas wilayah Banten akan tetap terjaga, sekaligus memastikan program-program pembangunan pemerintah dapat berjalan tanpa hambatan keamanan yang berarti.
(Penrem 064/MY)

