Lebak, targetoprasinews.com – Organisasi masyarakat Badak Banten Perjuangan menyatakan sikap tegas dengan rencana menggelar aksi demonstrasi berjilid-jilid pasca Hari Raya Idul Fitri. Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas belum dibukanya hasil pemeriksaan khusus (riksus) terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi di Puskesmas Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.
Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, menilai sikap Inspektorat Kabupaten Lebak yang hingga kini belum membuka hasil riksus tersebut menimbulkan kecurigaan publik. Ia bahkan menduga kasus tersebut sengaja “dipeti-es-kan”.
“Tidak dibukanya hasil riksus dugaan pungli dan gratifikasi di Puskesmas Kumpay membuat publik bertanya-tanya. Kami menduga kasus ini sengaja dipeti-es-kan untuk menyelamatkan sejumlah pejabat maupun pihak lain yang diduga terlibat,” tegas Eli Sahroni kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, Inspektorat Lebak tidak boleh menutup-nutupi hasil pemeriksaan yang menyangkut kepentingan publik. Transparansi dinilai menjadi kewajiban agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga.
Badak Banten Perjuangan, kata Eli, menuntut agar hasil riksus tersebut segera dibuka kepada publik dan ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Inspektorat tidak boleh pandang bulu. Jika memang ada pelanggaran, harus diproses secara tegas. Publik berhak tahu hasilnya demi terwujudnya pemerintahan yang bersih atau clean government,” ujarnya.
Eli yang akrab disapa King Badak menegaskan, pihaknya siap mengerahkan ratusan massa untuk turun ke jalan apabila tuntutan transparansi tersebut tidak dipenuhi.
“Kami akan turun ke jalan. Demo akan kami lakukan berjilid-jilid sampai ada kejelasan. Jika tidak ada tekanan dari masyarakat, kami khawatir kasus ini tidak akan pernah ditindaklanjuti,” katanya.
Aksi demonstrasi tersebut rencananya akan digelar di dua titik strategis, yakni di depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Lebak, dengan melibatkan sedikitnya 300 massa.
Tak hanya aksi demonstrasi, Badak Banten Perjuangan juga menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan dugaan kasus pungli dan gratifikasi tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Pelaporan ke aparat penegak hukum akan berjalan beriringan dengan agenda demo berjilid-jilid ini. Kami ingin kasus ini terang benderang dan tidak ada lagi yang ditutup-tutupi,” tegas Eli Sahroni.
Sumber: Ketua Umum BBP Eli Sahroni
Penerbit: Tim Redaksi

