Aksi ini sebagai tindak lanjut atas surat permohonan audiensi yang sebelumnya telah dilayangkan BK-LSM kepada pihak kontraktor di Cikulur. Dalam surat tersebut, BK-LSM meminta klarifikasi atas sejumlah informasi yang dihimpun dari narasumber di lapangan terkait pelaksanaan proyek.
Soroti Mekanisme Pembebasan Lahan
BK-LSM menyampaikan, berdasarkan informasi yang mereka terima, terdapat dugaan proses pembebasan lahan yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan seluruh pihak sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut masih membutuhkan verifikasi dan penjelasan resmi dari perusahaan.
Selain itu, organisasi tersebut juga menyoroti kondisi akses jalan lingkungan di Kampung Kandang Numpang, Desa Pasarkeong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Menurut mereka, akses tersebut terdampak proyek dan seharusnya mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan, namun hingga kini belum terealisasi perbaikannya.
“Permohonan audiensi kami ajukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan hak masyarakat untuk memperoleh penjelasan yang transparan,” ujar perwakilan BK-LSM, Mamik Selamet.
Respons Perusahaan Dipersoalkan
BK-LSM menyatakan bahwa jawaban atas permohonan audiensi disampaikan oleh pihak yang mengaku sebagai humas eksternal melalui pesan singkat, dengan keterangan bahwa perusahaan belum dapat memenuhi permintaan audiensi.
Mereka menilai klarifikasi semestinya disampaikan secara resmi melalui surat berkop perusahaan agar memiliki legitimasi dan tanggung jawab institusional. Selain itu, BK-LSM juga menyayangkan adanya pemberitaan di sejumlah media daring yang menyebut mereka sebagai “oknum”.
Desak Dialog Terbuka
Atas kondisi tersebut, GRIB Jaya dan BK-LSM mendesak manajemen proyek membuka ruang dialog secara terbuka guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menjaga kondusivitas pelaksanaan proyek strategis tersebut.
pengelola proyek Jalan Tol Serang–Panimbang yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), WIKA Serang Panimbang berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan berbagai elemen organisasi di daerah.
"WIKA Serang Panimbang akan terus membuka ruang dialog yang positif dan konstruktif agar pembangunan jalan tol ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Banten dan sekitarnya,” ujar Muhammad Albagir, Manajer Bidang Pemasaran Strategis & Pengembangan PT Wijaya Karya Serang Panimbang. (Red)

