Lebak, targetoprasinews.com – Pagi di hari keempat Operasi Keselamatan Maung 2026 kembali menyapa jalan-jalan di Kabupaten Lebak. Di balik deru kendaraan dan hiruk-pikuk aktivitas warga, Satlantas Polres Lebak Polda Banten hadir membawa satu pesan sederhana namun penting: keselamatan adalah perjalanan bersama, Kamis (5/2/2026).
Di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, personel Satlantas berdiri bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi juga menanamkan kesadaran. Mereka menyapa para pengendara, mengingatkan dengan cara yang humanis, sekaligus menindak pelanggaran yang dapat menjadi awal dari petaka di jalan raya.
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. melalui Kasat Lantas AKP Liska Oktavima Rudianto, S.Trk., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa operasi ini bukan hanya tentang razia, melainkan tentang menjaga agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat.
“Pada hari keempat ini, kami mengedepankan pendekatan edukasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas. Namun, penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar AKP Liska.
Sasaran operasi menyentuh berbagai bentuk kelalaian yang kerap dianggap sepele: pengendara tanpa helm SNI, tanpa sabuk pengaman, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, pengendara di bawah umur, hingga kendaraan yang tak dilengkapi surat-surat resmi.
Satlantas Polres Lebak mengajak masyarakat untuk memahami bahwa jalan bukan sekadar lintasan, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita semua. Dengan tertib berlalu lintas, kita turut menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat,” tutupnya.
Di hari keempat ini, Operasi Keselamatan Maung 2026 kembali menegaskan:
bahwa disiplin bukan sekadar aturan,
melainkan cara untuk pulang dengan utuh. (ds)

