Keracunan Massal Guncang Mojokerto! Ini Penegasan Pengacara Internasional Sekaligus Tokoh Pemuda Indonesia Raya, Erles Rareral,S.H.,M.H.
Mojokerto, targetoprasinews.com – Peristiwa keracunan massal mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tujuh lembaga pendidikan dilaporkan terdampak usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu soto ayam, Selasa (Januari 2026). Insiden ini menyeret ratusan korban dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, santri, tenaga pendidik hingga wali murid.
Berdasarkan laporan resmi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedikitnya tujuh sekolah tercatat mengalami kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang memicu kepanikan dan perawatan medis massal.
Situasi ini menuai sorotan keras dari Pengacara Internasional sekaligus Tokoh Pemuda Indonesia Raya, Erles Rareral, S.H.,M.H. Ia menilai insiden tersebut bukan perkara sepele dan mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Ini bukan sekadar persoalan makanan basi. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas, ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa keracunan massal ini,” tegas Erles.
Menurutnya, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya rekayasa, kelalaian berat, atau bahkan unsur peracunan, maka negara wajib hadir dengan penegakan hukum tanpa kompromi.
“Jika terbukti ada unsur kesengajaan dan tindakan meracuni para siswa, pelaku harus ditangkap, diadili, dan dihukum seadil-adilnya. Jangan biarkan keselamatan generasi bangsa dipertaruhkan,” tandasnya dengan nada keras.
Kasus ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik, bukan justru menimbulkan korban massal.
Sumber: Pengacara Internasional sekaligus Tokoh Pemuda Indonesia Raya, Erles Rareral, S.H.,M.H.
Penerbit: Tim Red

