Jakarta, targetoprasinews.com – Upaya memperkuat keamanan aset negara terus dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Baharkam Polri. Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Suhendri, S.I.K., M.P.Sdm., mewakili Kabaharkam Polri, menjadi narasumber utama dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama jajaran pimpinan Bank Indonesia di Gedung BI Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
FGD tersebut membahas penguatan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) sebagai langkah strategis dalam menjaga dan memulihkan aset negara, khususnya pada objek vital sektor keuangan. Dalam paparannya, Brigjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa kolaborasi Polri dan Bank Indonesia merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menekankan, implementasi SMP yang mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019 menjadi instrumen utama dalam memastikan sistem pengamanan berjalan terstruktur, terukur, dan sesuai standar nasional. Tidak hanya pengamanan fisik, namun juga perlindungan terhadap sistem dan fungsi strategis lembaga keuangan negara.
Menurutnya, pola pengamanan harus terus bertransformasi mengikuti dinamika ancaman yang berkembang. Pendekatan berbasis analisa risiko (risk assessment) menjadi kunci dalam memetakan potensi gangguan, baik dari faktor internal maupun eksternal.
Dengan status aset strategis Bank Indonesia sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 63 Tahun 2004, aparat memiliki landasan hukum yang kuat untuk melakukan langkah preventif dan penegakan pengamanan secara profesional, termasuk pengaturan area tertentu yang dikecualikan dari aktivitas unjuk rasa sesuai peraturan perundang-undangan.
Selain itu, Brigjen Pol. Suhendri juga menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam setiap dukungan perbantuan pengamanan. Seluruh pelibatan personel Polri di lingkungan Bank Indonesia dikelola melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), guna menjamin tata kelola yang profesional dan bersih.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Bank Indonesia dari berbagai unit pengelolaan layanan, aset, dan pengamanan internal. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan yang mandiri, terintegrasi, serta selaras dengan standar Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keberlanjutan stabilitas sistem keuangan nasional. (*/red)


