WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Meresfon Uji Coba Pengalihan Rute Armada Berat , Ratusan Warga Desa Di Lebak Gelar Aksi Protes Dijalanan

 

      WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

LEBAK - Ratusan warga Desa Citeras Kecamatan Rangkas Bitung dan Desa Sindang mulya Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten, pada Rabu (19/07) sekitar pukul17.30 Wib, menggelar aksi spontanitas di jalanan.

Aksi ratusan warga tersebut, meresfon beredarnya  surat berkop Mapolres Lebak   bernomor :  B/127/VI/ Hum.1/2025, tertanggal 17 Juni 2025, yang ditandatangani Kepala Satuan Lalu lintas, Ajun Komisaris Polisi Muhamad Hafizh ST, SH.MA, perihal permohonan bantuan personil pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak. Dimana inti surat berkaitan dengan upaya uji coba pengalihan rute angkutan berat oleh personil Satlantas Mapolres Lebak, yang pelaksanaannya dimulai pada (18/06) sekitar pukul 19.00 Wib.

Tersirat pula dalam surat Mapolres Lebak itu, bahwa rute angkutan berat yang sebelumnya melintasi jalan nasional,  akan dialihkan untuk melintasi rute jalan  Sindang Mulya hingga kampung Bahbul Desa Citeras, untuk kemudian keluar kembali via jalan Nasional Rangkasbitung-Cikande.

Diungkapkan Edi, salah seorang tokoh pemuda Citeras, bahwa pada dasarnya masyarakat baik warga Citeras maupun Sindang Mulya telah sepakat, tidak akan berkompromi dengan pihak manapun, terlebih secara sengaja menjadikan jalur perkampungan Sindang mulya-Citeras sebagai sarana perlintasan angkutan berat.

Kata Edi lagi,  selain itu bobot jalan Sindang Mulya-Bahbul faktanya tidak akan berinbang dengan tonase kendaraan berat, terlebih kondisi jalannya sempit. Maka dapat dipastikan, realitasnya akan lebih banyak memicu kecelakaan lalulintas di rute jalan tersebut, hal itu berbanding terbalik jika  truk berat melintasi rute jalan Nasional.

" Kami menolak keras  pihak manapun yang coba-coba memasukan armada bertonase berat ke wilayah perkampungan kami. Alasannya, karena tonase jalan tidak seimbang dengan bobot muat kendaraan, sehingga mempermudah terjadinya kerusakan badan jalan, terlebih dengan kondisi jalan yang sempit, dipastikan akan lebih rawan terjadinya kecelakaan lalulintas, dibandingkan dengan di jalan Nasional," tegasnya.

Penolakan serupa, juga dilontarkan H. Joy Usman,tokoh masyarakat Desa Sindang Mulya, dimana pihaknya mengultimatum para pihak berkofenten, agar tidak menjadikan wilayah Sindang Mulya sebagai perlintasan Armada bertonase berat. Jika dipaksakan, maka dapat dipastikan warga akan menolak keras serta dikhawatirkan warga akan bereakasi anarkis.

" Kami khawatir, bukan hanya penolakan saja, justeru warga anarkis jika truk bertonase berat, terkesan dipaksakan masuk ke jalan di wilayah Desa kami. Terlebih dengan masuknya tronton angkutan tanah merah. Maka bisa dipastikan, selain kondisi jalan menjadi licin saat musim penghujan dan berdebu saat cuaca panas. Intinya dengan alasan apapun, kami menolak keras,  armada bertonase berat masuk dan melintas di perkampungan kami. Silahkan via jalan Nasional saja, selama ini kan melintasi jalan Nasional kenapa harus dialihkan ke jalan yang hanya  berbobot  8 hingga 12 ton, sebenarnya ada apa ini," tandasnya, yang diamini ratusan warga lainnya. 

Pantauan dilapangan,upaya dialog yang dilakukan personil Dishub Lebak dengan perwakilan masyarakat Sindang Mulya dan Citeras, sekitar pukul 21.00 Wib di  aula kantor Desa Sindang Mulya, berakhir dengan tanpa kesepakatan tertulis apapun. Ironisnya lagi, dalam momen dialog itu,  ketidak hadiran pihak Satlantas Mapolres Lebak, sangat diisesalkan warga dari dua Desa tersebut. Padahal sebagai pihak yang diklaim memiliki kepentingan dalam uji coba pengalihan rute angkutan berat tersebut, justru terkesan abai dan tidak satu personil pun yang hadir. (Yans).

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia