WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Aktivis Desak Komisi II DPRD Lebak Segera Tindaklanjuti Tuntutan Petani Sawit dengan PTPN Kertajaya



Petani sawit saat lakukan Aksi Demontrasi di Depan PKS Kertajaya beberapa waktu lalu


Lebak - Soal polemik antara petani sawit dengan PTPN IV Pabrik kelapa sawit (PKS) Kertajaya belum menemukan titik temu terkait dugaan timbangan rusak, yang dilakukan Pabrik kelapa sawit (PKS) Kertajaya PTPN IV hingga menyebabkan selisih berat sekitar 4 persen yang mengakibatkan petani sawit mengklaim mengalami kerugian hingga Rp3,6 miliar, dari total 1.470 ton sawit yang telah dikirim ke pabrik.

Atas dasar tersebut Mambang Hayali aktivis mahasiswa di Lebak kembali mempertanyakan keseriusan DPRD Lebak melalui Komisi II, Lantaran menurutnya, ketua DPRD Lebak dan Komisi II sudah pernah memanggil kedua belah pihak baik itu petani sawit melalui Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Banten dan juga PKS Kertajaya.

"Namun hingga saat ini kami selaku mahasiswa dan juga petani sawit mempertanyakan tindaklanjutnya, karena kami juga sudah mendatang Komisi II DPRD Lebak tetapi belum ada jawaban pasti dan tidak menemukan solusi," kata Mambang Hayali kepada wartawan. Selasa 17 Juni 2025.

Lebih lanjut ia menjelaskan, polemik yang terjadi tersebut jangan sampai menjadi ajang kepentingan kelompok tertentu, lantaran kerugian yang di alami oleh petani sawit sudah jelas dari dugaan kecurangan timbangan.

"Kami mendesak Komisi II DPRD Lebak untuk segera mempertemukan kedua belah pihak, wajar kalau kami punya praduga Komisi II DPRD Lebak bermain mata dengan PKS Kertajaya, karena polemik ini belum kunjung menemukan solusi," tegas Mambang.

Terpisah H Wawan Ketua DPW Apkasindo Banten mengungkapkan, permasalahan kerugian yang dialami oleh petani sawit tersebut harus segera di ganti oleh PKS Kertajaya.

"Permasalahan kerugian petani sawit, kami tetap meminta PKS Kertajaya untuk segera diganti. Adapun terkait selisih timbangan manakala ada unsur kesengajaan kami minta APH untuk mengusut oknum PKS Kertajaya yang terlibat," ungkapnya. (Red/LH)



Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia