WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Waduk Karian Surut, Kampung yang Lama Tenggelam Kembali Menyembul


Lebak Banten, TargetOprasiNews.com  – Air Waduk Karian menyusut di tengah kekeringan yang berkepanjangan. Dari balik permukaan air yang surut, jejak sebuah permukiman lama perlahan kembali terlihat.

Fondasi, sisa dinding, serta bagian-bagian bangunan yang selama ini berada di bawah genangan kini muncul ke permukaan. Pemandangan itu sekaligus membuka kembali cerita tentang kawasan yang pernah menjadi tempat masyarakat menjalani kehidupan sebelum wilayah tersebut berubah menjadi bagian dari Waduk Karian.

Bagi sebagian warga, kemunculan sisa bangunan itu bukan sekadar fenomena akibat surutnya air. Ia menjadi semacam jendela menuju masa lalu.

Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung sisa-sisa permukiman tersebut. Sebagian lainnya mengabadikan kondisi itu dengan kamera telepon genggam. Bagi mereka yang pernah memiliki keterikatan dengan kawasan tersebut, kemunculan bangunan lama membawa kembali ingatan tentang kampung, rumah, dan kehidupan yang pernah ada.

“Sebagian yang terlihat merupakan sisa dinding, fondasi dan bagian bangunan lainnya. Namun keberadaannya cukup jelas untuk memperlihatkan bahwa kawasan ini pernah menjadi permukiman,” kata Husen saat ditemui di lokasi, Kamis.

Menurut Husen, kondisi tersebut semakin mudah terlihat seiring menyusutnya permukaan air waduk. Bangunan yang sebelumnya tersembunyi di bawah genangan kini meninggalkan jejak yang dapat disaksikan dari daratan.

Warga lainnya, Inong Maryanah, mengatakan kemunculan sisa permukiman tersebut membuat rasa ingin tahu masyarakat meningkat. Warga berdatangan untuk melihat kondisi kawasan sekaligus mengabadikan momen yang jarang terlihat.

“Fenomena ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk melihat kembali jejak kehidupan masa lalu yang selama ini berada di bawah permukaan air,” ujarnya.

Jejak yang Tak Hilang

Surutnya Waduk Karian menghadirkan pemandangan yang memiliki makna lebih dari sekadar perubahan bentang alam.

Di antara fondasi dan dinding yang tersisa, terdapat cerita tentang masyarakat yang pernah tinggal dan membangun kehidupan di kawasan tersebut. Waktu dan genangan memang telah mengubah wajah wilayah itu, tetapi tidak sepenuhnya menghapus jejak masa lalunya.

Kini, ketika air kembali menjauh dari daratan, sebagian jejak tersebut muncul ke permukaan.

Fondasi yang tersisa menjadi saksi bisu bahwa sebelum menjadi hamparan waduk, kawasan itu pernah memiliki denyut kehidupan: rumah-rumah berdiri, keluarga bermukim, dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti layaknya sebuah kampung.

Fenomena tersebut sekaligus mengingatkan bahwa perubahan sebuah wilayah tidak serta-merta menghapus sejarah. Ada jejak yang tetap bertahan, menunggu waktu dan keadaan untuk kembali terlihat.

Dan ketika air Waduk Karian surut, masa lalu itu seakan pulang sejenak—menyapa mereka yang pernah menjadi bagian dari kisahnya.

Editor: Edo

Penerbit: Redaksi

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia