Lebak, TargetOprasiNews.com - 29 Agustus 2026 Keberadaan Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra di Kampung Sawah Baru, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, terus menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi generasi muda melalui seni budaya Sunda.
Sanggar yang berada di bawah asuhan Epi Ripai, selaku pendiri sekaligus pengasuh, tersebut kini telah berjalan selama dua tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra telah menjadi salah satu wadah bagi anak-anak dan pemuda untuk menyalurkan minat serta bakat mereka melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Epi Ripai mengatakan, sejak awal berdiri, sanggar tersebut memang diarahkan untuk memberikan ruang positif bagi generasi muda agar dapat berkarya sekaligus mengenal dan mencintai budaya daerah.
“Sanggar ini sudah berjalan selama dua tahun. Tujuan utamanya adalah mengembangkan bakat dan potensi anak-anak serta para pemuda. Alhamdulillah, selama ini mereka sangat kreatif dan antusias mengikuti berbagai kegiatan,” ujar Epi Ripai.
Menurut Epi, sejumlah kegiatan yang dikembangkan di Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra di antaranya seni angklung yang dikombinasikan dengan lagu-lagu Sunda khas daerah, lagu nasional, dan berbagai lagu lainnya.
Selain itu, sanggar juga mengembangkan seni pencak silat yang berfokus pada ajaran Tjimande di bawah binaan TTKKBI Provinsi Banten. Tidak hanya itu, para anggota juga mendapatkan pembinaan dalam upacara adat lengseran serta berbagai kegiatan seni budaya lainnya.
Menjadi Wadah Positif Generasi Muda
Epi Ripai menegaskan bahwa keberadaan sanggar bukan sekadar tempat untuk belajar seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif sehingga anak-anak dan pemuda memiliki kesibukan yang produktif serta terhindar dari berbagai pengaruh negatif lingkungan dan kenakalan remaja.
“Kami ingin anak-anak muda mempunyai kegiatan yang positif. Mereka bisa berlatih, berkarya, mengembangkan kreativitas, sekaligus belajar mencintai budaya sendiri. Alhamdulillah, kegiatan sanggar selama ini memberikan dampak yang baik,” katanya.
PLT.Camat: Budaya Sunda Harus Terus Dilestarikan
Keberadaan Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra mendapat apresiasi dari Plt. Camat Malingping, Iman Teguh Budiana.
Ia mengatakan, seni budaya Sunda merupakan warisan para leluhur yang harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, khususnya di wilayah Banten.
“Seni budaya Sunda harus dilestarikan sebagai warisan dari para nenek moyang kita di tataran tanah Banten. Sanggar seperti Azykra ini merupakan salah satu wadah untuk menjaga agar seni budaya tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ungkap Iman Teguh Budiana.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan keberadaan sanggar tersebut akan terus didukung, terutama dalam hal legalitas dan payung hukum kelembagaan.
Menurutnya, apabila legalitas sanggar semakin kuat, diharapkan perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sanggar juga dapat semakin terbuka.
“Ke depan sanggar ini akan kita support terus, terutama berkaitan dengan payung hukum dan legalitasnya. Dengan adanya kekuatan secara hukum, mudah-mudahan nantinya ada perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun provinsi, terutama untuk kebutuhan sarana dan prasarana sanggar,” tambahnya.
Polisi dan TNI Dukung Pembinaan Generasi Muda
Dukungan terhadap kegiatan Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra juga disampaikan Kapolsek Malingping AKP Dadan Jumhana.
Ia menilai kegiatan seni budaya merupakan salah satu sarana yang dapat melahirkan generasi muda kreatif dan inovatif. Menurutnya, aktivitas positif seperti yang dilakukan sanggar dapat memberikan pengaruh baik bagi anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Danramil Malingping Kapten Lili Wardi mengungkapkan bahwa keberadaan sanggar perlu mendapatkan dukungan dari seluruh unsur dan lapisan masyarakat.
“Sanggar ini perlu didukung oleh semua unsur dan lapisan masyarakat karena keberadaannya banyak memberikan pengaruh positif, terutama dalam mengembangkan potensi dan kreativitas para pemuda,” ungkap Kapten Lili Wardi.
Penasehat Dorong Dukungan Sarana dan Prasarana
Dewan Penasehat Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra, Drs. Kholid Sukandi, M.MPd, berharap sanggar tersebut mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan pembinaan seni membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
“Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra ini perlu didukung dan mendapat perhatian dari berbagai unsur, terutama pemerintah daerah. Bantuan peralatan sanggar, baik sarana maupun prasarana, tentunya sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bung Aris Dian Rifa’i, selaku penasehat Paguyuban Seni di wilayah selatan. Ia mengatakan, keberadaan sanggar perlu terus dibina dan dilestarikan karena memiliki hubungan erat dengan upaya mempertahankan warisan budaya para leluhur.
“Sanggar ini perlu dibina dan terus dilestarikan, apalagi berkaitan dengan seni budaya sebagai warisan dari para leluhur. Generasi muda harus diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan budaya daerah,” imbuhnya.
Milad Ke-2 Dihadiri Tokoh Seni dan Pemerintahan
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan selama dua tahun, Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra baru saja melaksanakan Milad ke-2.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh seni, unsur pemerintahan setempat, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan dukungan terhadap keberadaan sanggar.
Momentum Milad ke-2 tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi pengurus dan anggota Sanggar Azykra untuk terus berkarya dan mengembangkan seni budaya Sunda di wilayah Malingping dan sekitarnya.
Rutinn Kegiatan Seni dan Keagamaan
Selain latihan seni budaya, Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra juga secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan, salah satunya pengajian setiap malam Jumat.
Berbagai kegiatan sanggar, baik latihan seni maupun kegiatan pembinaan lainnya, terus dilaksanakan secara rutin pada siang maupun malam hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Dengan konsistensi tersebut, Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya kreatif dalam bidang seni, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
Ke depan, dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku seni, organisasi budaya, dan seluruh lapisan masyarakat dinilai sangat penting agar Sanggar Seni Budaya Sunda Azykra semakin berkembang dan mampu mempertahankan seni budaya Sunda sebagai warisan leluhur di tanah Banten.
(Man)

