WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Merasa Kecolongan, TPM P3A Cipta Abadi Bongkar Sendiri Bangunan Irigasi yang Salah Pasang


Lebak, TargetOprasiNews.com – Fakta mengejutkan terungkap di proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Kelompok P3A Cipta Abadi, Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak. Bangunan irigasi yang baru dikerjakan justru harus dibongkar kembali setelah ditemukan pemasangan batu yang tidak sesuai petunjuk teknis dan spesifikasi pekerjaan.

Pembongkaran dilakukan langsung oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Mepi, sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian pengawasan yang terjadi saat pekerjaan berlangsung.

"Saya merasa kecolongan. Dua hari saya tidak berada di lokasi karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Saat itulah pekerjaan pasangan batu dilakukan tanpa pengawasan, sehingga terjadi kesalahan yang kemudian menjadi sorotan media," ujar Mepi di lokasi pekerjaan.

Tanpa menunggu proyek selesai, sekitar 21 meter pasangan batu langsung dibongkar. Material yang dinilai tidak memenuhi standar dibersihkan, kemudian dipasang ulang sesuai juklak, juknis, dan spesifikasi teknis yang berlaku.

Mepi menegaskan, kesalahan tersebut bukan dilakukan dengan sengaja. Menurutnya, proses pembongkaran membuktikan bahwa pelaksana tidak menutup-nutupi kekurangan, melainkan memilih memperbaikinya agar kualitas bangunan benar-benar sesuai standar.

"Lebih baik dibongkar sekarang daripada dibiarkan menjadi bangunan yang kualitasnya diragukan. Setelah diperbaiki, pasangan batu dipastikan sesuai spesifikasi," tegasnya.

Ketua P3A Cipta Abadi, Jupran, mengakui kejadian itu menjadi pelajaran penting. Ia menyadari bahwa kesalahan pemasangan batu dapat memengaruhi kekuatan konstruksi dan usia bangunan irigasi.

"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Ke depan kami akan lebih memahami teknis pemasangan batu agar tidak terjadi kesalahan serupa," katanya.

Sorotan terhadap proyek tersebut juga membuat Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cijaku–Cigemblong, Yuda, turun langsung ke lapangan. Setelah meninjau kondisi fisik proyek, ia menilai pemberitaan yang menyebut proyek tidak sesuai spesifikasi perlu dilihat secara utuh karena pekerjaan masih berlangsung dan telah dilakukan perbaikan.

"Yang kami lihat di lapangan, kekurangan sudah diperbaiki. Proyek ini belum selesai sehingga masih dalam tahap penyempurnaan. Penilaian akhir seharusnya dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai," ujar Yuda.

Ia menjelaskan, penyesuaian galian dilakukan untuk mengatur elevasi agar aliran air tidak menggenang, sedangkan dimensi akhir bangunan tetap mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang dikenal sebagai King Badak, meminta seluruh pelaksana Program P3-TGAI menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi agar kualitas pekerjaan benar-benar terjaga.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan media dan lembaga pengawas agar menjalankan fungsi kontrol secara profesional dan objektif.

"Pengawasan itu penting, tetapi harus dilakukan berdasarkan fakta dan tetap menjaga marwah profesi. Tujuannya bukan menciptakan kegaduhan, melainkan memastikan pembangunan menghasilkan kualitas terbaik untuk masyarakat," tegas ketua Umum BBP Eli sahroni yang sering di sapa King Badak. (ds/red) 


Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia