WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Kemarau Mengancam, Air Tak Boleh Berhenti! Pemprov Banten Berjibaku Selamatkan Ribuan Hektare Sawah di Lebak


Lebak, TargetOprasiNews.com – Di saat musim kemarau mulai menggerus debit air dan mengancam lahan pertanian, Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat. Melalui UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna, berbagai upaya dilakukan agar aliran air irigasi tetap menghidupi ribuan hektare sawah di Kabupaten Lebak.

Mesin-mesin pompa di Daerah Irigasi (DI) Cipalabuh dan Cilangkahan, Kecamatan Cijaku, kini bekerja tanpa henti mengangkat air demi memastikan Musim Tanam (MT) III tetap berjalan. Langkah ini menjadi harapan bagi petani yang menggantungkan hidup pada setiap tetes air yang mengalir ke sawah mereka.

Kepala UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna, Sofyadi, menegaskan bahwa penggunaan pompa menjadi kunci untuk mempertahankan pasokan air di tengah menurunnya debit sungai akibat kemarau.

"Di Daerah Irigasi Cipalabuh, saluran induk kanan dapat mengairi sekitar 540 hektare sawah. Tanpa bantuan pompa, luas lahan yang dapat terairi diperkirakan hanya sekitar 100 hektare," ujarnya, Jumat (17/7/2026).


Artinya, ratusan hektare lahan berpotensi kehilangan pasokan air jika langkah antisipatif tersebut tidak dilakukan. Kondisi itu tentu dapat berdampak pada menurunnya produksi padi dan mengancam pendapatan petani.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna, H. Kuncoro, menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Banten agar kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi selama musim kemarau sehingga Musim Tanam III tidak terganggu.

Selain mengamankan pasokan air, pemerintah juga terus mengajak petani memanfaatkan MT III sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi padi dan mendukung program swasembada pangan nasional. Meski demikian, masih ada sebagian petani yang ragu menanam karena khawatir terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

Di sisi lain, pengaturan distribusi air juga diperketat di Daerah Irigasi Cibinuangeun yang melayani wilayah Desa Bolang, Sumberwaras, Cipeucang, Cikeusik, hingga Wanasalam. Sistem buka-tutup pintu air diterapkan secara bergilir agar setiap wilayah memperoleh pasokan air secara adil dan merata.

Sofyadi memastikan, seluruh jajaran UPTD terus bersiaga menjaga aliran air di tujuh daerah irigasi yang menjadi wilayah kerjanya.

"Dari tujuh daerah irigasi yang ada di wilayah kerja kami, insyaallah kami fokus agar air tetap mengalir walaupun musim kemarau," tegasnya.

Bagi para petani, air bukan sekadar kebutuhan irigasi, tetapi penentu keberhasilan panen. Karena itu, perjuangan menjaga setiap aliran air di tengah kemarau menjadi bagian penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Banten. (red)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia