Lebak, TargetOprasiNews.com – Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti warga Kampung Pamatang, Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, saat Jembatan Perintis Garuda akhirnya diresmikan oleh Kodim 0603/Lebak, Jumat. Bertahun-tahun terisolasi oleh derasnya aliran sungai, kini masyarakat dapat menatap masa depan dengan optimisme baru.
Jembatan yang dibangun atas amanat langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, itu bukan sekadar menghubungkan dua kampung. Lebih dari itu, jembatan ini memutus rantai keterisolasian yang selama ini menghambat pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga roda perekonomian masyarakat.
Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., menegaskan bahwa Jembatan Garuda adalah simbol nyata kehadiran negara di tengah rakyat.
"Jembatan ini memudahkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus melancarkan aktivitas perekonomian. Dibangun dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, Jembatan Garuda menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat," tegasnya.
Selama bertahun-tahun, warga harus memutar jauh hanya untuk menyeberangi sungai. Anak-anak berjuang menuju sekolah, warga yang sakit kesulitan memperoleh layanan kesehatan, sementara hasil panen petani sering terlambat dipasarkan karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Kini, semua kesulitan itu perlahan mulai menjadi cerita masa lalu.
Kodim 0603/Lebak juga terus melanjutkan komitmennya membangun daerah terpencil. Dari tujuh jembatan yang sedang dibangun di Kabupaten Lebak, Jembatan Garuda menjadi salah satu tonggak penting pemerataan pembangunan. Tak hanya itu, pembangunan sumur bor juga disiapkan untuk menjawab persoalan air bersih yang setiap musim kemarau menghantui masyarakat.
Camat Cileles, Tatang Supriyatna, mengaku kehadiran jembatan tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0603/Lebak. Jembatan Garuda akan mempercepat roda ekonomi desa, memudahkan akses pendidikan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Kampung Pamatang dan sekitarnya," ujarnya.
Bagi warga Pasindangan, Jembatan Garuda bukan hanya bentangan beton yang membelah sungai. Ia adalah jembatan harapan, jembatan kehidupan, sekaligus bukti bahwa ketika negara hadir hingga pelosok, mimpi masyarakat untuk hidup lebih baik bukan lagi sekadar angan, melainkan kenyataan yang kini bisa mereka pijak setiap hari. (do/red)


