Lebak, TargetOprasiNews.com – Teror pencurian telepon genggam yang selama ini menghantui para santri di Kecamatan Malingping akhirnya berhasil dipatahkan. Unit Reserse Kriminal Polsek Malingping membekuk seorang pria berinisial JM yang diduga menjadi pelaku di balik serangkaian aksi pencurian telepon genggam yang meresahkan masyarakat.
Penangkapan yang dipimpin langsung Kapolsek Malingping AKP Dadan Jumhana dilakukan di rumah orang tua JM di Kampung Pasir Gedong, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Senin (13/7/2026), setelah polisi melakukan penyelidikan intensif sejak laporan kehilangan lima unit telepon genggam milik santri Pondok Pesantren Salafi Sabilil Huda diterima.
Lima telepon genggam berbagai merek, mulai dari iPhone, Oppo, Infinix hingga merek lainnya, dilaporkan hilang ketika para santri sedang khusyuk menunaikan Salat Jumat. Momen ibadah itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
"Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada identitas terduga pelaku," tegas AKP Dadan Jumhana.
Hasil penyelidikan mengungkap modus yang diduga telah dipersiapkan dengan rapi. JM diduga menyamar sebagai pemulung agar tidak menimbulkan kecurigaan warga. Saat situasi pondok pesantren lengang, ia diduga masuk dan menggondol telepon genggam milik para santri.
Tak berhenti sampai di situ. Untuk menghilangkan jejak, telepon genggam hasil curian diduga sengaja dirusak pada bagian layar (LCD) sebelum dijual melalui transaksi COD dengan harga hanya Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per unit. Harga yang sangat murah diduga menjadi umpan agar barang cepat berpindah tangan dan sulit dilacak.
Terbongkarnya dugaan aksi tersebut bermula dari kejelian seorang penjaga konter telepon seluler di Kecamatan Wanasalam. Saat sebuah ponsel hendak diperbaiki, nomor IMEI dicocokkan dengan dus perangkat. Perbedaan data memunculkan kecurigaan hingga akhirnya pembeli menghubungi pihak Pondok Pesantren Salafi Sabilil Huda. Informasi itu kemudian diteruskan kepada polisi dan menjadi pintu masuk pengungkapan kasus.
Polisi juga mengamankan sepeda motor yang diduga digunakan saat menjalankan aksinya. Penyidik kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta menelusuri barang bukti lain yang diduga berasal dari tindak pidana serupa.
Pimpinan Pondok Pesantren Salafi Sabilil Huda, KH Sirojudin, menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.
"Kami berharap proses hukum berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan efek jera dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para santri," ujarnya.
Pewarta: Maman
Editor: edo

