Pandeglang, TargetOprasiNews.com – Pertarungan menyelamatkan Badak Jawa, salah satu satwa paling langka di dunia, terus diperkuat. Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., turun langsung meninjau perkembangan Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa di Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya penyelamatan Badak Jawa bukan sekadar program konservasi, melainkan misi besar menjaga warisan hayati Indonesia dari ancaman kepunahan.
Di hadapan jajaran Balai TNUK, Danrem menerima paparan mengenai kondisi populasi Badak Jawa, tantangan konservasi, kesiapan fasilitas translokasi, sistem pengamanan kawasan, hingga strategi pengembangbiakan yang tengah dijalankan.
Tak berhenti di ruang rapat, Danrem bersama rombongan meninjau langsung Dermaga Legon Pakis, kawasan penyangga, dan fasilitas paddock (kandang habituasi) yang dipersiapkan sebagai pusat observasi, penanganan, serta pengembangbiakan Badak Jawa.
Menurut Danrem, tahapan Operasi Merah Putih yang telah berjalan menunjukkan arah yang positif. Namun, ia menegaskan perjuangan belum selesai dan masih membutuhkan penyempurnaan di berbagai aspek.
"Apa yang telah direncanakan sejauh ini sudah mengarah pada upaya pelestarian Badak Jawa, meski masih ada beberapa hal yang perlu terus disempurnakan," tegas Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto.
Ia menekankan bahwa menyelamatkan Badak Jawa membutuhkan langkah luar biasa, mulai dari memastikan habitat yang ideal, pengendalian penyakit, penyediaan pakan, hingga keberhasilan program pengembangbiakan agar populasinya terus bertambah.
Danrem juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap Badak Jawa belum berakhir. Karena itu, strategi pengamanan kawasan harus terus diperkuat guna mencegah berbagai potensi gangguan, termasuk perburuan liar yang dapat mengancam kelangsungan hidup satwa dilindungi tersebut.
"Kita harus mengembangkan strategi yang tepat, baik dalam pengamanan wilayah untuk mengantisipasi perburuan liar, penanganan penyakit, maupun upaya pengembangbiakan. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi," ujarnya.
Ia menilai fasilitas konservasi yang telah dibangun di Taman Nasional Ujung Kulon menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Merah Putih, sekaligus menjadi harapan baru bagi masa depan Badak Jawa.
Mengakhiri kunjungannya, Danrem mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga satwa endemik kebanggaan Indonesia tersebut.
"Mari kita bersama menjaga Badak Jawa agar tetap lestari. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua untuk mewariskan kekayaan alam Indonesia kepada generasi mendatang," pungkasnya.
Sumber: Penrem 064/Maulana Yusuf

