Lebak, TargetOprasiNews.com — Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air irigasi di wilayah Banten. Menanggapi keluhan masyarakat, UPTD DAS Ciliman-Cisawarna menerapkan kebijakan pembagian air secara bergilir demi menyelamatkan ratusan hektar areal persawahan dari ancaman gagal panen.
Kepala Operasi dan Pemeliharaan Irigasi UPTD DAS Ciliman-Cisawarna, H. Kuncoro, menjelaskan bahwa persoalan utama saat ini dipicu oleh penurunan debit air sungai yang drastis. Kondisi ketersediaan pasokan air saat ini dinilai sudah tidak sebanding dengan tingginya kebutuhan irigasi petani.
"Kondisi debit air sangat terbatas, sehingga solusinya adalah pembagian air secara adil dan merata. Meski volume yang diterima setiap wilayah tidak bisa maksimal, setidaknya seluruh sawah tetap mendapatkan aliran dan terhindar dari kekeringan total," tegas Kuncoro usai menggelar pertemuan di Pintu Air Kampung Pilot.
Melalui langkah teknis tersebut, aliran air akan didistribusikan secara berjadwal ke seluruh wilayah persawahan, termasuk petak-petak sawah yang berada di lokasi terpencil. Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik balik dalam menata kembali manajemen distribusi irigasi di tengah tekanan cuaca ekstrem.
Sementara itu, para petani setempat berharap kebijakan tersebut dapat dijalankan secara konsisten dan proporsional hingga masa panen tiba. tutup nya. (do)

