Serang Banten, TargetOprasiNews.com — Enam puluh tujuh tahun bukan sekadar angka. Di balik perjalanan panjang Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI), tersimpan jejak pengabdian, perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pesan kuat tersebut disampaikan Danrem 064/MY dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasrem 064/MY Kolonel Inf Shofanudin, S.I.P., M.Han., pada peringatan HUT ke-67 PEPABRI di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Selasa (15/9/2026).
Sekitar 50 orang dari keluarga besar PEPABRI dan para undangan hadir dalam momentum yang tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seragam kedinasan dilepas.
“Enam puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat sejarah pengabdian, perjuangan, pengorbanan, serta keteladanan para purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri,” demikian pesan Danrem.
Menurut Danrem, masa purnawirawan bukanlah titik akhir pengabdian. Justru, nilai-nilai yang telah ditempa selama menjalankan tugas dapat terus disalurkan melalui keteladanan, kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta membimbing generasi penerus.
Di tengah derasnya arus informasi, tantangan terhadap persatuan masyarakat pun semakin kompleks. Hoaks, disinformasi, dan berbagai narasi yang berkembang di ruang digital dapat menjadi ancaman apabila tidak disikapi secara bijak.
Dalam kondisi tersebut, keluarga besar PEPABRI diharapkan tidak sekadar menjadi saksi perjalanan zaman, tetapi ikut mengambil peran sebagai teladan dan penyejuk di tengah masyarakat.
“Kita harus memastikan nilai perjuangan tidak terputus. Generasi boleh berganti, tetapi semangat pengabdian harus terus hidup,” tegas Danrem dalam sambutannya.
Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar pengalaman panjang para purnawirawan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Pengalaman tersebut merupakan modal sosial yang dapat ditularkan kepada generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman.
Danrem juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas serta ketahanan sosial di wilayah Banten.
Bagi PEPABRI, usia 67 tahun bukan sekadar perjalanan sejarah. Momentum tersebut menjadi refleksi bahwa semangat pengabdian dapat terus menemukan bentuk baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Seragam boleh dilepas. Jabatan boleh berakhir. Namun, nilai pengabdian dan semangat menjaga bangsa diharapkan tetap menyala.
“Pengabdian boleh berganti bentuk, tetapi tidak pernah kehilangan makna,” demikian pesan pamungkas Danrem 064/MY.
Sumber: Penrem 064/MY

