Jaro Oom Tegas: HENTIKAN SEKARANG!
Lebak Banten, TargetOprasiNews.com — Aktivitas perburuan satwa liar di kawasan Tanah Ulayat Adat Baduy semakin meresahkan. Praktik tersebut dinilai tidak hanya mengancam keberadaan satwa, tetapi juga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dan mengabaikan nilai serta aturan adat yang selama ini dijunjung masyarakat Baduy.
Kepala Adat Desa Kanekes, Jaro Oom, dengan tegas meminta seluruh pihak menghentikan aktivitas perburuan satwa liar di kawasan hutan ulayat adat Baduy.
“Kami mengimbau kepada siapa saja agar menghentikan kegiatan berburu satwa liar, khususnya di kawasan hutan ulayat adat Baduy. Mari kita sama-sama menjaga hutan dan satwa yang ada di dalamnya,” tegas Jaro Oom.
Menurut Jaro Oom, kawasan hutan adat bukan tempat untuk melakukan perburuan sesuka hati. Hutan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Baduy dan memiliki nilai adat yang harus dihormati.
Karena itu, siapa pun yang memasuki kawasan tersebut diminta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kelestarian alam, termasuk menangkap, melukai, maupun memburu satwa liar.
“Jangan sampai kepentingan sesaat merusak alam dan menghilangkan satwa yang menjadi bagian dari ekosistem,” ujarnya.
Ia mengingatkan, apabila perburuan terus dibiarkan, populasi satwa liar dapat semakin tertekan. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh satwa, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan hutan dalam jangka panjang.
Jaro Oom juga menyerukan kepada masyarakat sekitar untuk tidak memberikan ruang bagi aktivitas perburuan di kawasan tersebut. Pengawasan dan kepedulian bersama diperlukan agar hutan tetap terlindungi dari tindakan yang merusak
Pesannya jelas: kawasan Tanah Ulayat Adat Baduy harus dihormati. Hutan harus dijaga. Satwa liar harus dilindungi. Aktivitas perburuan harus dihentikan.
Jaro Oom berharap seluruh pihak memahami bahwa menjaga hutan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap adat dan warisan leluhur yang telah dipertahankan masyarakat Baduy secara turun-temurun.
“Mari kita jaga bersama hutan dan satwa yang ada di dalamnya untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (M. Juhri)


