Lebak, TargetOprasiNews.com — Sorak dukungan, semangat bertanding, dan tekad menjadi juara mewarnai Aula SMKN 1 Rangkasbitung, Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 128 karateka muda dari tujuh kontingen dojo turun ke arena Kejuaraan Karate Antar Dojo INKAI Kabupaten Lebak.
Namun, pertandingan ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Di balik setiap pukulan, tendangan, dan gerakan teknik yang diperagakan para karateka, tersimpan satu misi besar: menemukan bibit-bibit atlet terbaik Kabupaten Lebak untuk dipersiapkan menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut resmi dibuka oleh Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak sekaligus Ketua Umum INKAI Kabupaten Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc.
Pembukaan berlangsung khidmat. Lagu Indonesia Raya berkumandang, disusul Mars INKAI, sambutan dan doa. Di arena yang sama, para atlet muda bersiap mempertaruhkan hasil latihan mereka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Intel Kodim 0603/Lebak Kapten Arh Tri Winarto, perwakilan INKAI Provinsi Banten Kusaeri, S.E., Ketua KONI Kabupaten Lebak Dr. Yepi Wahyu Wandiana, M.Pd., Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lebak Oktavianto Arif Ahmad, S.IP., M.Si., serta para pelatih dan orang tua atlet.
BUKAN SEKADAR MEDALI
Ketua KONI Kabupaten Lebak Dr. Yepi Wahyu Wandiana menegaskan, pertandingan bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Setiap pertandingan merupakan ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, membaca kekurangan dan membangun mental juara.
Sebab, atlet besar tidak lahir hanya karena menang dalam satu pertandingan. Mereka ditempa melalui proses panjang, disiplin, kekalahan, evaluasi dan latihan tanpa henti.
Perwakilan INKAI Provinsi Banten Kusaeri juga mengapresiasi perkembangan INKAI Kabupaten Lebak yang semakin meluas ke berbagai kecamatan.
Atlet terbaik dari ajang ini diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional. Karena itu, ia mendorong atlet dan pelatih terus meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri secara serius.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lebak Oktavianto Arif Ahmad turut membakar semangat para karateka. Menurutnya, kedisiplinan, mental bertanding dan konsistensi latihan merupakan fondasi utama untuk meraih prestasi.
TARGET BESAR: EMAS PORPROV
Dandim 0603/Lebak melihat kejuaraan tersebut sebagai momentum penting untuk membangun masa depan olahraga karate Lebak.
Dua misi sekaligus dibawa dalam satu arena: merayakan kemerdekaan dan mencari calon atlet berprestasi.
“Kejuaraan ini selain untuk mencari bibit atlet karateka, juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Dandim.
Targetnya tidak kecil.
Lebak didorong mampu melahirkan karateka yang bukan hanya berjaya di tingkat daerah, tetapi juga mampu berbicara di tingkat nasional. Bahkan, Dandim menaruh harapan besar agar cabang karate mampu memburu medali emas pada Porprov mendatang.
Untuk memacu semangat para peserta, bonus juga disiapkan bagi para pemenang pada setiap tingkatan, yakni empat pemenang tingkat SD, empat pemenang tingkat SMP dan empat pemenang tingkat SMA.
Namun, Dandim mengingatkan bahwa bonus bukanlah tujuan utama.
“Dalam bertanding jangan hanya melihat bonus. Fokus kepada lawan, ikuti instruksi pelatih, dan maksimalkan waktu selama berada di arena pertandingan,” tegasnya.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa jalan menuju prestasi tidak dibangun oleh hadiah, melainkan oleh disiplin, keberanian dan latihan yang tidak mengenal lelah.
DITEMPAT UNTUK MENJADI JUARA
Dandim juga meminta para karateka menjaga kedisiplinan dan rajin berlatih. Sebab, seorang karateka tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus memiliki mental tangguh dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kalau sudah menjadi karateka harus disiplin dan rajin latihan. Harapannya, kalian dapat menjadi atlet profesional yang membanggakan kedua orang tua dan Kabupaten Lebak,” imbuhnya.
Dari Aula SMKN 1 Rangkasbitung, sebuah harapan besar sedang dibangun.
Hari ini mereka mungkin masih menjadi karateka muda dari berbagai dojo. Tetapi dari tangan para pelatih, dukungan orang tua, dan pembinaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin salah satu dari mereka kelak berdiri di podium tertinggi—membawa nama Lebak hingga panggung nasional.
Pertarungan hari ini mungkin hanya satu pertandingan. Namun bagi mereka, inilah langkah pertama menuju mimpi menjadi juara. (red)

