Brebes, TargetOprasiNews.com – Di tengah tantangan rendahnya minat baca dan derasnya arus informasi digital, dedikasi seorang pegiat literasi dari Kabupaten Brebes mendapat pengakuan nasional. Perjuangan tanpa lelah membangun budaya membaca dan menulis akhirnya berbuah penghargaan bergengsi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Perpusnas RI secara resmi menganugerahkan Piagam Penghargaan kepada Muslikhin, S.Pd., M.Pd., Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Brebes, dalam rangkaian Safari Literasi Jawa 2026.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh saat Kabupaten Brebes menjadi titik pertama persinggahan Safari Literasi Jawa.
Penghargaan bernomor 02A/Piagam/DBI-PerpusnasRI/VII/2026 itu menjadi simbol apresiasi atas dedikasi panjang Muslikhin dalam menghidupkan budaya literasi di tengah masyarakat. Sejak 2019, ia konsisten menggerakkan puluhan guru untuk menulis, menerbitkan buku, dan menjadikan literasi sebagai gerakan yang berdampak nyata.
Momentum Safari Literasi Jawa juga dimanfaatkan Muslikhin untuk memperluas kolaborasi. Bersama Forum KKG Kecamatan Ketanggungan, Ketua KKKS Cerdas Wignyo Adi Wibowo, M.Pd., serta dukungan Sri Puji Rahayu, S.Pd. dari Korwilcam Satpendik Kecamatan Ketanggungan, digelar pelatihan menulis bagi para guru sebagai upaya meningkatkan kualitas literasi pendidik.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat "Gerakan Literasi, Bergerak untuk Negeri", tema besar Safari Literasi Jawa Tahun 2026, yang mendorong lahirnya semakin banyak agen perubahan melalui budaya membaca dan menulis.
Selain Muslikhin, penghargaan juga diberikan kepada Kustoro Wihanjayanto, S.IP. sebagai pegiat literasi, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Brebes yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung gerakan literasi daerah.
"Saya merasa terharu dan bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan penyemangat untuk terus menggerakkan literasi agar semakin banyak masyarakat yang mencintai membaca dan menulis," ujar Muslikhin.
Dalam kesempatan tersebut, Gol A Gong menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh pegiat literasi di Indonesia.
"Selembar kertas ini mungkin tidak memiliki nilai materi. Namun secara moral, piagam ini adalah pengingat bahwa perjuangan Anda tidak pernah sia-sia. Teruslah menjadi obor literasi di mana pun berada," pesannya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi yang tumbuh dari komunitas mampu mendapat pengakuan di tingkat nasional. Perpusnas RI berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya membaca semakin mengakar dan melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, kritis, serta berdaya saing.
Pewarta: M. Munawir Lasiyono.
Editor: Edo

