Serang, targetoprasinews.com – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai syukuran Hari Ulang Tahun ke-60 , Senin (18/5/2026). Dalam momentum bersejarah itu, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, , menyampaikan pesan kuat tentang jati diri TNI sebagai tentara rakyat.
Dengan nada tegas namun penuh makna, Danrem mengingatkan bahwa TNI lahir dari rahim rakyat dan tidak boleh berjarak dengan masyarakat yang dilindunginya.
“Jati diri TNI adalah tentara rakyat, terlahir dari rakyat, selama perjuangan didukung oleh rakyat, dan hasil perjuangan itu harus kembali dinikmati oleh rakyat. TNI bukan berasal dari kasta tertentu yang harus diperlakukan eksklusif,” tegasnya di hadapan para prajurit dan tamu undangan.
Pernyataan itu seolah menjadi pengingat kuat bahwa di balik seragam loreng dan disiplin militer, ada ikatan emosional yang tak terpisahkan antara TNI dan rakyat Indonesia.
Dalam sambutannya, Danrem juga menekankan bahwa bukan sekadar struktur komando, melainkan garda terdepan pembinaan wilayah yang memastikan jajaran Kodim mampu hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan rakyat, hingga menjaga stabilitas daerah.
Memasuki usia ke-60, Korem 064/Maulana Yusuf disebut tidak hanya merayakan perjalanan panjang pengabdian, tetapi juga melakukan introspeksi untuk memperkuat loyalitas, profesionalisme, dan pengabdian kepada bangsa.
Enam dekade pengabdian di bumi menjadi saksi bagaimana Korem 064/Maulana Yusuf terus berdiri bersama rakyat—dari masa perjuangan hingga menghadapi tantangan zaman modern saat ini.
(Penrem 064/MY)

