Tangerang, targetoprasinews.com — Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir langsung di tengah-tengah buruh. Dalam suasana hangat Halal Bihalal bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, ia menyuarakan pesan kuat: persatuan adalah kunci menghadapi badai zaman.
Bertempat di Gedung Square PT KMK Global Sports, Cikupa, Tangerang, Selasa (14/4), momen ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Ini adalah panggung kebersamaan antara buruh, pengusaha, pemerintah, dan aparat negara untuk menyatukan langkah di tengah tantangan dunia yang kian kompleks.
Turut mendampingi, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolda Banten Hengki, serta Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, bersama jajaran pejabat dan tokoh penting lainnya.
Dalam pidatonya, Kapolri menyinggung keras realitas global yang tak menentu. Konflik internasional, tekanan ekonomi, hingga persaingan investasi menjadi ancaman nyata yang tak bisa diabaikan.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Namun Indonesia tidak boleh goyah,” tegas Kapolri, suaranya penuh penekanan.
Ia mengingatkan, Indonesia memiliki kekuatan besar—sumber daya alam melimpah dan sumber daya manusia yang tangguh. Namun tanpa persatuan antara buruh dan pengusaha, kekuatan itu bisa menjadi sia-sia.
“Jika kita terpecah, kita lemah. Tapi jika kita bersatu, Indonesia akan berdiri kokoh menghadapi tekanan global,” ujarnya.
Kapolri juga menyoroti pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis. Ia menegaskan, konflik bukanlah jalan keluar. Dialog, musyawarah, dan kebersamaan adalah satu-satunya jalan untuk menjaga stabilitas bangsa.
Menjelang Hari Buruh Internasional, ia mengajak seluruh buruh Indonesia untuk menunjukkan wajah yang berbeda kepada dunia—wajah persatuan, kedewasaan, dan tanggung jawab.
“Tunjukkan bahwa buruh Indonesia bukan hanya kuat, tetapi juga bijak. Kita siap menyambut investasi, bukan menolaknya,” serunya.
Sementara itu, Andi Gani Nena Wea tak mampu menyembunyikan apresiasinya. Ia menilai kehadiran Kapolri bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa negara hadir untuk buruh.
“Ini bukan hanya kunjungan. Ini adalah pesan kuat bahwa Polri berdiri bersama buruh,” ungkapnya penuh semangat.
Acara pun berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, namun sarat makna. Di balik senyum dan jabat tangan, tersimpan tekad besar: menjaga persatuan, memperkuat sinergi, dan memastikan Indonesia tetap tegak berdiri di tengah derasnya arus tantangan global.(HMS/Red)

