Ribuan Siswa di Malingping Tersenyum, Program MBG Hadirkan Harapan Baru
Lebak Banten, targetoprasinews.com - 17 Februari 2026 Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi potret nyata keberhasilan distribusi pangan bergizi yang terorganisir dan tepat sasaran. Program yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Amanah Permas Agung ini berlangsung lancar serta mendapat apresiasi luas dari sekolah-sekolah penerima manfaat.
Kelancaran distribusi dan ketepatan waktu penyaluran menjadi kunci utama keberhasilan program di tingkat daerah. Para kepala sekolah menyampaikan bahwa MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan konsentrasi dan semangat belajar.
Kepala MTs Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping, Cahyani, S.Pd.I., menyatakan program ini sangat mendukung aktivitas belajar mengajar.
“Penyaluran yang tepat waktu memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Ini sangat membantu konsentrasi mereka di kelas,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Nurul Hidayah Malingping, Deni Hendriani, S.Pi., yang menilai program MBG menjadi solusi konkret dalam membantu siswa yang membutuhkan asupan gizi seimbang.
Program MBG di Malingping saat ini melayani 1.479 penerima manfaat, terdiri dari peserta didik jenjang PAUD, SDIT, MTs, Madrasah Aliyah, hingga SMK IT di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Hidayah Malingping dan Perguruan Mathla’ul Anwar Malingping. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.379 merupakan siswa aktif.
VIC Yayasan Amanah Permas Agung, Dani Abdul Karim, menjelaskan bahwa pelaksanaan program didukung oleh 48 tenaga kerja SPPG yang menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing. Sistem distribusi bahan baku juga dilakukan secara terjadwal setiap lima hari untuk menjamin ketersediaan dan kualitas menu.
Selain itu, seluruh menu makanan yang akan didistribusikan telah melalui pengujian oleh tenaga ahli gizi guna memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi. Pihak pengelola juga tengah melakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki alergi makanan tertentu sebagai bagian dari upaya peningkatan standar pelayanan.
Pelaksanaan MBG di Malingping menunjukkan bahwa kolaborasi antara yayasan, tenaga ahli, dan satuan pendidikan mampu menghasilkan program yang terukur, aman, dan berdampak langsung pada kualitas generasi muda. Model ini dinilai dapat menjadi referensi bagi implementasi program serupa di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, menjelang bulan suci Ramadhan, kegiatan proses pembelajaran di sekolah-sekolah untuk sementara diliburkan. Seiring dengan libur tersebut, pendistribusian Program MBG juga dihentikan sementara. Penyaluran akan kembali dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar aktif kembali pasca-libur Ramadhan.
Dengan pengawasan berkelanjutan dan sistem distribusi yang tertata, Program MBG di Malingping diharapkan terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan gizi serta kualitas pendidikan anak bangsa. (MN)

