Pandeglang, TargetOprasiNews.com — Di tengah semangat gotong royong yang menjadi denyut kehidupan masyarakat desa, pembangunan bukan lagi sekadar soal jalan, jembatan, atau rumah yang diperbaiki. Lebih dari itu, pembangunan menjadi simbol kebersamaan dan bukti bahwa kekuatan rakyat mampu mengubah wajah desa.
Semangat itulah yang mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Alun-alun Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/8/2026).
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., Bupati Pandeglang, unsur Forkopimda, jajaran Korem 064/Maulana Yusuf, serta sejumlah undangan.
TMMD Ke-129 yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dilaksanakan di empat wilayah jajaran Kodam III/Siliwangi, yakni Cianjur, Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon dan Pandeglang.
Di Pandeglang, prajurit TNI bersama masyarakat bekerja bahu-membahu membuka dan memperkuat akses yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.
Melalui Satgas TMMD Kodim 0601/Pandeglang di bawah pimpinan Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., badan jalan sepanjang 1.160 meter disiapkan, sementara 900 meter jalan dilakukan pengerasan. Dua titik gorong-gorong dibangun dan tembok penahan tanah sepanjang 25 meter turut dikerjakan.
Bagi masyarakat desa, angka-angka tersebut bukan sekadar ukuran pembangunan. Di baliknya terdapat harapan agar hasil pertanian lebih mudah dibawa ke pasar, perjalanan warga semakin lancar, dan roda perekonomian desa bergerak lebih cepat.
Namun TMMD Tidak Berhenti Pada Pembangunan Jalan.
Lima titik sumber air disiapkan. Lima unit MCK direhabilitasi. Lima rumah tidak layak huni diperbaiki. Ketahanan pangan diperkuat melalui penanaman jagung. Sebanyak 500 pohon ditanam dan lingkungan dibersihkan.
Kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui pemberian 100 paket makanan tambahan.
Di sisi lain, pembangunan manusia menjadi bagian penting dari program tersebut. Wawasan kebangsaan, bela negara, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba dan judi online, pertanian, peternakan, lingkungan hidup, literasi media sosial, hingga pencegahan kenakalan remaja turut diberikan kepada masyarakat.
Persoalan stunting, Posyandu dan Posbindu PTM juga menjadi perhatian.
Bagi Pangdam III/Siliwangi, seluruh rangkaian tersebut memiliki satu pesan besar: membangun desa berarti membangun kekuatan bangsa dari bawah.
“Gotong royong merupakan kekuatan utama membangun negeri dari desa. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkokoh persatuan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Pangdam.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak akan pernah selesai hanya dengan berakhirnya sebuah program.
Jalan yang telah dibangun harus dirawat. Rumah yang telah diperbaiki harus dijaga. Pohon yang ditanam harus dirawat hingga tumbuh. Dan yang paling penting, semangat kebersamaan yang telah terbangun antara prajurit dan masyarakat harus tetap hidup.
Sebab, ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal
Desa menjadi titik awal lahirnya kemandirian, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan Indonesia.
TMMD Ke-129 boleh ditutup. Namun semangat gotong royong tidak boleh ikut berhenti.
Dari desa, pembangunan bergerak. Dari gotong royong, negeri menjadi kuat.
Sumber: Penrem 064/MY

