Serang, targetoprasinews.com – Pundak boleh bertambah bintang, garis, atau balok. Namun di balik itu, ada beban yang jauh lebih berat: kepercayaan publik yang kini semakin mudah runtuh dalam sekejap.
Di Lapangan Upacara Makorem 064/Maulana Yusuf, Rabu (1/4/2026), sebanyak 22 prajurit berdiri tegak menerima kenaikan pangkat. Suasana khidmat menyelimuti upacara, tetapi pesan yang disampaikan jauh dari sekadar seremoni—ini adalah peringatan.
Di era digital, ketika satu kesalahan kecil bisa viral dalam hitungan detik, prajurit tidak lagi hanya dinilai dari ketegasan di lapangan. Mereka juga diawasi dari cara berbicara, bersikap, hingga jejak di media sosial.
Sebanyak 10 Perwira Menengah bahkan telah lebih dulu menjalani laporan korps di Kodam III/Siliwangi—sebuah simbol kepercayaan yang datang bersamaan dengan ekspektasi yang kian tinggi.
Amanat Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto yang dibacakan Kasrem Kolonel Inf Shofanudin menegaskan garis tebal: kenaikan pangkat bukan hadiah, melainkan konsekuensi.
“Yang naik bukan hanya pangkat, tetapi juga kualitas dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.”
Kalimat itu bukan sekadar formalitas. Ia menjadi garis batas yang jelas antara kehormatan dan pelanggaran.
Godaan kini tak lagi kasat mata. Judi online mengintai dari layar ponsel. Narkoba merusak dari dalam. Pelanggaran disiplin bisa terjadi dalam senyap—namun dampaknya menggema keras, merusak citra institusi yang dibangun bertahun-tahun.
Di titik inilah integritas menjadi penentu. Tidak ada ruang abu-abu. Tidak ada kompromi.
Pangkat baru menuntut lebih dari sekadar loyalitas. Ia menuntut keteladanan. Prajurit dituntut hadir sebagai solusi, bukan masalah—baik di lingkungan satuan maupun di tengah masyarakat.
Kenaikan pangkat ini, pada akhirnya, bukanlah puncak. Ia adalah garis start baru—di mana setiap langkah ke depan akan menentukan apakah kehormatan itu tetap terjaga, atau justru runtuh oleh kelalaian.
Di tengah sorotan yang semakin tajam, satu hal menjadi pasti: semakin tinggi pangkat, semakin besar pula taruhan.

