Reda Ketegangan Halalbihalal, Bupati Lebak Akui Khilaf dan Temui Wakilnya
Lebak, targetoprasinews.com – Polemik yang mencuat dalam acara halalbihalal pejabat Pemkab Lebak akhirnya mereda. Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengambil langkah cepat dengan mendatangi langsung kediaman Wakil Bupati Amir Hamzah di Kapugeran, Rangkasbitung Barat, Rabu (1/4/2026).
Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 30 menit itu menjadi titik balik meredanya ketegangan yang sebelumnya sempat mencuat usai pernyataan dalam acara halalbihalal, Senin (31/3/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Halson Nainggolan dan sejumlah tokoh agama, pertemuan difokuskan pada pemulihan komunikasi serta penguatan soliditas kepemimpinan daerah.
Dalam keterangannya, Hasbi secara terbuka mengakui adanya kekhilafan dalam komunikasi yang memicu persepsi luas.
“Sebagai manusia, saya menyadari tidak ada yang sempurna. Saya sudah menyampaikan langsung secara empat mata dengan Pak Amir Hamzah,” ujarnya.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi yang kurang tepat dapat berdampak besar, terutama dalam konteks kepemimpinan publik.
“Ke depan kita harus memperbaiki komunikasi. Bagaimana Lebak bisa maju kalau pemimpinnya tidak rukun. Jika tidak sejalan, semangat besar pembangunan bisa hilang,” tegasnya.
Hasbi juga mengapresiasi sikap terbuka Wakil Bupati yang dinilainya menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika internal pemerintahan.
“Saya menghargai kelegowoan beliau. Ini menjadi kekuatan bagi kami untuk kembali fokus membangun Lebak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah memastikan persoalan telah diselesaikan secara baik. Ia mengungkapkan bahwa Bupati telah datang langsung untuk meminta maaf sekaligus menyatakan komitmen memperbaiki komunikasi ke depan.
“Sudah beres. Beliau datang ke rumah dan meminta maaf. Ke depan akan memperbaiki pola komunikasi,” ujarnya.
Amir menegaskan, dirinya sejatinya telah membuka ruang maaf sejak awal demi menjaga stabilitas pemerintahan.
“Sebetulnya saya sudah memaafkan sejak kemarin, jika ada itikad baik untuk bertemu,” katanya.
Polemik ini berawal dari pernyataan dalam forum halalbihalal yang memicu kesalahpahaman hingga menimbulkan ketegangan di ruang publik.
Namun, penyelesaian melalui dialog langsung menjadi contoh bahwa dinamika dalam kepemimpinan dapat diselesaikan secara dewasa.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi yang santun, keterbukaan, dan saling menghargai merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif. (ds/red)


