Lebak Banten, targetoprasinews.com — Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menghidupkan tradisi tilawah Al-Qur’an di area pemakaman umum desa. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus penguat nilai spiritual masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.
Dalam beberapa hari terakhir, warga dari berbagai dusun berkumpul di pemakaman selepas waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dengan khidmat, dipimpin tokoh agama setempat dan diikuti oleh masyarakat lintas generasi, mulai dari orang tua hingga anak-anak.
Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pagelaran, Riska, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni menjelang Ramadhan, melainkan bagian dari kearifan lokal yang mengandung nilai religius dan sosial. Tradisi ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal seperti menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan membersihkan hati.
Selain tilawah, warga juga melaksanakan kerja bakti membersihkan area makam, merapikan rumput liar, serta memperbaiki bagian yang rusak. Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya solidaritas sosial masyarakat desa.
Tokoh agama setempat menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an di pemakaman menjadi sarana mendoakan keluarga dan kerabat yang telah wafat, sekaligus mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat. Nilai penghormatan terhadap para pendahulu menjadi bagian penting yang terus dijaga melalui tradisi tersebut.
Menariknya, partisipasi generasi muda terus meningkat setiap tahun. Sejumlah remaja tidak hanya ikut membaca Al-Qur’an secara bergantian, tetapi juga dipercaya memimpin doa bersama. Hal ini menjadi indikasi bahwa tradisi religius berbasis kearifan lokal masih memiliki ruang kuat di tengah arus modernisasi.
Tradisi tilawah di pemakaman umum Desa Pagelaran menjadi gambaran harmoni antara budaya dan ajaran agama yang tetap terjaga di Kabupaten Lebak. Menjelang Ramadhan, suasana desa pun terasa semakin khusyuk, memperlihatkan wajah Islam Nusantara yang sarat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur.(mn)

