Lebak, targetoprasinews.com - Karim anggota DPRD Kabupaten Lebak, berharap kondisi Jembatan Kuning tidak terus dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, jembatan tersebut bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga akses utama menuju kawasan wisata adat Baduy yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan.
“Jembatan ini sudah berusia lebih dari 25 tahun dan kondisinya sekarang sangat mengkhawatirkan. Kami di DPRD sudah berkali-kali mendorong agar segera ada perbaikan atau pembangunan ulang, demi keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi,” ujar Haji Karim.
Ia menegaskan, keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan roda empat dan angkutan wisata yang melintas setiap hari. Selain itu, kondisi jembatan yang sempit dinilai tidak lagi memadai untuk menampung volume lalu lintas yang terus meningkat.
Haji Karim juga meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Banten untuk tidak saling menunggu kewenangan, melainkan segera berkoordinasi dan mengambil langkah konkret. “Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi hal yang tidak diinginkan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Masyarakat sekitar pun berharap perhatian serius dari pemerintah, mengingat Jembatan Kuning merupakan urat nadi transportasi sekaligus wajah awal bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan Baduy. (do)

