Pandeglang, targetoprasinews.com — Di balik seragam loreng yang melekat, disiplin dan kehormatan prajurit TNI Angkatan Darat menjadi nilai yang tak bisa ditawar. Hal inilah yang kembali ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., saat berdiri di hadapan prajurit dan keluarga besar Kodim 0601/Pandeglang, Rabu (28/1/2026).
Didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 064 PD III/Siliwangi, Ibu Livia Daru Cahyadi Soeprapto, Danrem hadir bukan sekadar menjalankan agenda kunjungan kerja, melainkan membawa pesan tegas tentang arah moral dan disiplin prajurit di tengah tantangan zaman.
Kunjungan tersebut diawali dengan penyambutan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pandeglang, dilanjutkan coffee morning sebagai simbol sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dalam arahannya, Danrem menekankan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang tidak bisa diisi sembarangan. Hanya prajurit yang memiliki kompetensi dan integritaslah yang layak mengemban tugas, demi menjaga denyut profesionalisme satuan tetap hidup.
Sorotan tajam diarahkan pada penampilan dan sikap prajurit, khususnya Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurut Danrem, kerapian, kebersihan, dan etika adalah cermin wibawa TNI di mata rakyat.
Namun, nada pengarahan mengeras saat Danrem menyinggung ancaman laten yang dapat menghancurkan karier dan kehormatan prajurit. Judi online, narkoba, dan kekerasan dalam rumah tangga disebut sebagai “racun” yang perlahan menggerogoti disiplin dan merusak nama baik institusi. Ia menegaskan, tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang mencederai nilai-nilai keprajuritan.
Tak berhenti di sana, Danrem juga mengingatkan bahaya sikap arogan di jalan raya serta kelalaian dalam bermedia sosial. Di era digital, satu unggahan ceroboh dapat menjelma menjadi bom waktu yang meruntuhkan kepercayaan publik terhadap TNI.
Kepada Persit, Danrem menyampaikan pesan penuh makna. Peran istri prajurit disebutnya sebagai fondasi kekuatan rumah tangga dan mental prajurit di medan tugas. Komunikasi, kesabaran, dan keharmonisan keluarga menjadi kunci agar prajurit tetap tegak, fokus, dan bermartabat dalam pengabdian.
Di tengah suasana penuh pesan tegas, kepedulian pun hadir. Danrem menyerahkan santunan kepada para warakawuri dan memberikan perhatian kepada prajurit yang tengah sakit, sebagai pengingat bahwa kekuatan satuan juga bertumpu pada rasa empati dan kebersamaan.
Kegiatan diakhiri dengan penulisan pesan dan kesan oleh Danrem bersama Ketua Persit—sebuah jejak motivasi, harapan, dan komitmen agar disiplin, kehormatan, dan loyalitas tetap menjadi napas Kodim 0601/Pandeglang.
(Penrem 064/MY)


