Lebak – TargetOprasiNews.Com — Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali menghantui Kabupaten Lebak. Kali ini, kejahatan tersebut terjadi di siang bolong, di lokasi yang dikenal ramai aktivitas warga. Sebuah sepeda motor milik seorang jurnalis raib tanpa jejak, memicu keresahan dan sorotan publik.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lebak, Polda Banten, kini bergerak cepat. Dua orang pelaku curanmor diburu setelah korban secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
Anggota Reskrim Polres Lebak, Ipda Mulyadi, membenarkan adanya laporan tersebut dan menegaskan bahwa aparat tengah bekerja keras mengungkap kasus yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap pelaku. Seluruh anggota fokus untuk mengungkap kasus ini,” tegas Ipda Mulyadi, Kamis (25/12/2025).
Ia mengungkapkan, polisi telah mengantongi petunjuk awal dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, yang diharapkan menjadi kunci membongkar identitas para pelaku.
Peristiwa pencurian itu sendiri terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 10.53 WIB, di area parkir Alfamart Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, tak jauh dari Dinas Peternakan Kabupaten Lebak—wilayah yang selama ini dianggap aman karena padat aktivitas masyarakat.
Sepeda motor Honda Vario merah bernomor polisi A 6074 NR, atas nama Neni Mulyani, lenyap dalam hitungan menit. Ironisnya, tak satu pun warga menyadari aksi pelaku, menandakan kejahatan dilakukan dengan cara rapi, cepat, dan terencana.
Korban, Firdaus, jurnalis asal Desa Baros, Kecamatan Warunggunung, mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Ia langsung melaporkan kasus itu ke Polres Lebak Polda Banten demi mendapatkan keadilan dan rasa aman.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa curanmor di Lebak masih menjadi ancaman nyata, bahkan di pusat keramaian dan pada jam-jam sibuk. Warga pun berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan kamtibmas secara serius, agar ruang gerak pelaku kejahatan semakin sempit dan kejadian serupa tak terus berulang. (dadang)


