Serang Banten, TargetOprasiNews.com— Tradisi Bedolan di Bendungan Pamarayan kembali menjadi bagian dari denyut budaya masyarakat. Di tengah semangat warga mempertahankan warisan turun-temurun, pesan tentang ketertiban, kekompakan, dan keselamatan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Junaedi, warga Pamarayan, saat ditemui awak media pada Sabtu (17 Oktober 2026), mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga memperhatikan kondisi teknis bendungan demi keselamatan bersama.
Menurutnya, tradisi Bedolan bukan sekadar kegiatan budaya, melainkan juga cerminan kebersamaan dan identitas masyarakat yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Namun, semangat melestarikan budaya harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan teknis yang berlaku.
“Kita harapkan masyarakat, khususnya di Pamarayan, tetap melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan menjaga kekompakan. Ini bagian dari budaya yang terus kita upayakan agar tetap berlangsung, tetapi harus sesuai dengan kondisi teknis bendungan,” ujar Junaedi.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat menunjukkan kedewasaan dalam menjaga tradisi, mengedepankan kebersamaan, serta mematuhi arahan pihak terkait.
Bagi masyarakat Pamarayan, menjaga tradisi adalah merawat warisan leluhur. Namun, memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas agar nilai budaya dapat terus hidup tanpa mengabaikan risiko dan kondisi bendungan.(ds)

