WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

Gemuruh Tepuk Tangan Pecah di Malingping, Panggung Gembira 20 “Orvious Generation” Tampilkan Ledakan Kreativitas Santri


Lebak Banten, TargetOprasiNews.com— Gemuruh tepuk tangan dan sorak antusias penonton pecah di halaman Pondok Pesantren Terpadu Daar El Islah Malingping, Rabu malam (30/9/2026).

Malam itu bukan sekadar malam pertunjukan. Ratusan santri, alumni, walisantri, dan masyarakat menjadi saksi bagaimana siswa kelas akhir angkatan ke-20 “Orvious Generation” menunjukkan hasil kerja keras, kreativitas, dan keberanian mereka melalui Panggung Gembira 20.

Di bawah gemerlap lampu panggung, para santri tampil silih berganti. Setiap pertunjukan membawa warna dan cerita tersendiri. Qasidah, hadroh, Tari Saman, fashion show, tari Nusantara, drama, seni musik hingga tarik suara disuguhkan dengan penuh semangat.

Sorak penonton berkali-kali menggema ketika para santri menunjukkan penampilan terbaiknya.

Tidak sedikit penampilan yang berhasil mengundang decak kagum. Para santri yang sehari-hari belajar dalam lingkungan pesantren malam itu berubah menjadi penampil di atas panggung, membawa pesan bahwa dunia pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, seni, kepemimpinan, dan karakter generasi muda.

Panggung Gembira 20 Menjadi Saksi.

Di balik kemeriahan panggung, terdapat proses panjang yang tidak terlihat oleh penonton. Latihan demi latihan, persiapan konsep, pembagian tugas, penataan panggung hingga kesiapan tampil harus mereka lalui bersama.

Keringat dan lelah selama proses persiapan seolah terbayar ketika tepuk tangan penonton memenuhi halaman pesantren

Mengusung motto “Ikrar Sang Abdi Wujudkan Harmoni Pertiwi”, Panggung Gembira 20 menjadi momentum bagi para santri untuk mengekspresikan potensi sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap seni dan budaya Nusantara.

Berbagai kesenian daerah ditampilkan dalam kemasan kreatif. Pesan tentang kebersamaan, persatuan, toleransi dan kecintaan terhadap budaya bangsa turut mewarnai rangkaian pertunjukan.

Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Daar El Islah, KH. Irohyadi, M.Pd.I, didampingi istrinya, Ustadzah Imas Nunjil Mu’minah, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, acara pada malam hari ini berlangsung lancar dan meriah. Meski acaranya sederhana, semangat para santri tetap luar biasa dalam menampilkan bakat mereka,” ujar KH. Irohyadi.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar hiburan.

Panggung Gembira menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Para santri dilatih untuk berani tampil, menghargai perbedaan, membangun kekompakan, bekerja dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas, serta mengembangkan kreativitas.

“Dari proses latihan sampai pelaksanaan, mereka belajar banyak hal. Bagaimana bekerja sama, bagaimana menghargai teman, bagaimana bertanggung jawab dan bagaimana menyelesaikan sebuah kegiatan secara bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Moh. Burdatul Fahri, Ketua Panitia Panggung Gembira 20, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pihak pondok pesantren, para tamu undangan, alumni, walisantri, dan seluruh masyarakat yang telah hadir dan memberikan dukungan. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan maupun jamuan masih terdapat kekurangan,” ungkapnya.

Bagi “Orvious Generation”, malam tersebut bukan sekadar panggung untuk menunjukkan kemampuan.

Ini adalah sebuah catatan perjalanan.

Sebuah kenangan yang akan dibawa ketika para siswa kelas akhir tersebut kelak meninggalkan lingkungan pesantren dan melanjutkan perjalanan pendidikan serta pengabdian di tengah masyarakat.

Lampu panggung akhirnya meredup. Suara musik perlahan berhenti. Namun semangat yang dibawa para santri tidak ikut padam.

“Ikrar Sang Abdi Wujudkan Harmoni Pertiwi” menjadi pesan yang diharapkan terus hidup dalam langkah para santri: terus berkarya, berprestasi, mengabdi, dan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.

Panggung boleh berakhir malam itu.

Namun kisah “Orvious Generation” baru saja dimulai.

Pewarta: Maman

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia