Lebak Banten, TargetOprasiNews.com - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mendapat pengawasan langsung dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda peninjauan biasa. Di balik pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi rumah warga, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan program TMMD benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan hasil yang dapat dirasakan secara langsung.
Tim Wasev-Sterad dipimpin Kolonel Arm Joko Sujarwo selaku Paban 1 Ren Sterad, bersama Letkol Kav Sapta Raharja selaku Paban Anev Itjenad. Keduanya turun langsung ke lokasi untuk memeriksa sejumlah sasaran pembangunan, termasuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta perkembangan pekerjaan infrastruktur.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, kualitas hasil pekerjaan, hingga ketepatan penyaluran manfaat kepada masyarakat penerima program.
“Kami datang ke lapangan untuk memverifikasi kesesuaian perencanaan, kualitas pekerjaan, dan penyerahan manfaat kepada masyarakat penerima manfaat,” tegas Kolonel Arm Joko Sujarwo kepada awak media.
Menurutnya, pengawasan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap sasaran TMMD terlaksana secara optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak hanya memeriksa hasil pembangunan, Tim Wasev juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat guna mendengar langsung aspirasi, masukan, maupun kendala yang muncul selama pelaksanaan program.
Letkol Kav Sapta Raharja mengatakan, setiap masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan TMMD.
“Kami catat setiap masukan untuk perbaikan tahap selanjutnya,” ujarnya.
BANTUAN SOSIAL HADIRKAN KEPEDULIAN TNI
Di tengah agenda evaluasi pembangunan, kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan sosial secara simbolis.
Ada tiga bentuk bantuan yang diserahkan, yakni satu paket bantuan bibit benih padi unggulan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian, paket sembako bagi keluarga dalam upaya mendukung penanganan stunting, serta paket sembako bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap kondisi kehidupan masyarakat.
Melalui bantuan tersebut, diharapkan masyarakat memperoleh dukungan yang dapat menunjang kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa.
RUTILAHU BERUBAH, HARAPAN KELUARGA KEMBALI TUMBUH
Di antara sejumlah sasaran pembangunan, program Rutilahu menjadi salah satu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Apin, salah seorang penerima manfaat, mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan melalui program TMMD ke-130.
“Sekarang saya punya rumah yang lebih layak untuk keluarga,” ungkapnya dengan penuh kebahagiaan.
Bagi Apin, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih layak.
Apresiasi serupa disampaikan Romli, warga Desa Citorek Barat. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI atas pembangunan yang telah dilaksanakan di wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran TMMD memberikan dampak positif, terutama dalam mempermudah akses masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan lingkungan desa.
PENGAWASAN MENJADI KUNCI KUALITAS PEMBANGUNAN
Hingga Jumat (30/10/2026), pelaksanaan sasaran TMMD ke-130 di Desa Citorek Barat masih berlangsung sesuai tahapan yang telah disusun.
Pemantauan Tim Wasev-Sterad diharapkan memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan dengan memperhatikan kualitas, ketepatan sasaran, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program TMMD kembali menegaskan bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang beton, jalan, maupun bangunan rumah. Lebih dari itu, pembangunan harus menghadirkan akses yang lebih baik, kehidupan yang lebih layak, serta tumbuhnya semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.
Sebab, ketika pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat paling bawah, di situlah makna kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa.
TMMD KE-130 TAHUN 2026: MEMBANGUN NEGERI DARI DESA, MENGABDI UNTUK RAKYAT.
Penerbit: Tim Redaksi

