Lebak Banten, TargetOprasiNews.com — Semangat perjuangan santri kembali menggema di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak hanya menjadi panggung perayaan, tetapi juga momentum meneguhkan iman, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, dan membangkitkan kembali semangat juang para ulama serta santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
Di tengah suasana religius yang penuh kekhusyukan, istighosah dan doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang sarat makna. Para santri dan masyarakat memanjatkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta masa depan Indonesia yang lebih baik.
Istighosah dipimpin KH. Ali Syu’udi, HS, Pimpinan Pondok Pesantren Bukit Taman Salam Darul Fikri Malingping. Sementara tausiah disampaikan K. Irohyadi, M.Pd., Pimpinan Pondok Pesantren Darul Islah Malingping.
Doa yang dipanjatkan bukan sekadar rangkaian ritual, melainkan pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa membutuhkan kekuatan iman, keteguhan akhlak, dan persatuan seluruh elemen masyarakat.
TNI-Polri, Ulama, dan Santri Bersatu dalam Semangat Kebangsaan
Sebelum istighosah, peringatan HSN 2026 diawali dengan upacara bendera yang dipimpin Kapolsek Malingping, AKP Pipih Iwan H., selaku pembina upacara.
Danramil Malingping, Kapten Inf. Lili Wardi, para pimpinan pondok pesantren, serta para santri turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Suasana upacara berlangsung tertib dan khidmat. Para petugas upacara, mulai dari pemimpin upacara, paduan suara, hingga pengibar bendera Merah Putih, merupakan siswa-siswi Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Hidayah Lebakjaha Malingping di bawah naungan Yayasan Islam Nurul Hidayah Malingping.
Keterlibatan generasi muda ini menjadi simbol pentingnya menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, serta cinta tanah air sejak dini.
Hari Santri bukan sekadar mengenang masa lalu. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan martabat bangsa membutuhkan generasi yang kuat secara spiritual, cerdas dalam pemikiran, dan teguh dalam pengabdian.
22 Santri Berprestasi Mendapat Penghargaan, 50 Anak Yatim Menerima Santunan
Ketua Pelaksana HSN 2026 tingkat Kecamatan Malingping, Refi Risnandar, M.Pd., menegaskan bahwa peringatan tahun ini dirancang dengan beragam kegiatan yang menyentuh aspek keagamaan, pendidikan, sosial, seni budaya, dan kepedulian lingkungan.
Menurutnya, Hari Santri harus menjadi momentum untuk membuka ruang bagi para santri agar terus berkembang, berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini memiliki banyak rangkaian kegiatan, mulai dari pagi hingga malam hari. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat para santri, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap Refi.
Rangkaian kegiatan meliputi upacara bendera, kreasi seni santri, istighosah dan doa bersama, penanaman bibit pohon, serta pemberian penghargaan kepada 22 santri berprestasi dari berbagai kategori.
Tak hanya itu, panitia juga menggelar santunan bagi 50 anak yatim dari kalangan santri. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya kata-kata.
Seminar yang melibatkan santri dari berbagai pondok pesantren, siswa, serta mahasiswa perguruan tinggi di Malingping turut memperkaya rangkaian acara. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan selawat dan refleksi santri sebagai puncak peringatan.
Deretan kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa santri memiliki ruang luas untuk berkembang, baik dalam ilmu agama, pendidikan, kreativitas, maupun pengabdian sosial.
Danramil Ingatkan Sejarah Perjuangan Santri: Nasionalisme Tak Boleh Padam
Danramil Malingping, Kapten Inf. Lili Wardi, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan HSN 2026, termasuk pentas seni yang menjadi ruang bagi para santri untuk menampilkan kreativitas dan potensi mereka.
Ia menegaskan pentingnya mewariskan semangat perjuangan ulama dan santri kepada generasi penerus bangsa, termasuk nilai historis Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa santri dan ulama memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, santri masa kini diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga menjunjung tinggi nasionalisme, disiplin, persatuan, serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Tantangan zaman boleh berubah, tetapi semangat pengabdian tidak boleh luntur. Generasi santri dituntut mampu menjaga nilai-nilai pesantren sekaligus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kapolsek Malingping Tegaskan Santri Harus Hadir dengan Karya Nyata
Kapolsek Malingping, AKP Pipih Iwan H., menyampaikan bahwa penetapan Hari Santri Nasional merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kontribusi santri dalam sejarah bangsa Indonesia.
Sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Santri harus mampu membuktikan diri melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Santri bukan hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia,” ungkap AKP Pipih Iwan H.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Mereka harus tampil sebagai bagian dari solusi, membawa nilai-nilai keagamaan ke tengah masyarakat, serta ikut membangun bangsa melalui pendidikan, karya, dan pengabdian.
Dari Pesantren untuk Negeri: Semangat Santri Harus Terus Menyala
Peringatan HSN 2026 di Kecamatan Malingping menjadi bukti bahwa pesantren tetap memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Ulama memberikan tuntunan, pesantren membangun fondasi keilmuan, dan para santri menjadi penerus nilai-nilai perjuangan yang harus terus dijaga lintas generasi.
Melalui istighosah, doa bersama, penghargaan santri berprestasi, santunan anak yatim, penanaman bibit pohon, serta kegiatan edukatif lainnya, peringatan ini diharapkan mampu memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Hari Santri bukan sekadar peringatan di atas kalender. Hari Santri adalah pengingat bahwa iman harus melahirkan pengabdian, ilmu harus menghasilkan karya, dan perjuangan harus diteruskan dengan tindakan nyata.
Dari Malingping, semangat itu kembali diteguhkan: santri harus berilmu, berakhlak, mandiri, cinta tanah air, dan siap mengambil bagian dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, serta bermartabat.
Pewarta: Maman
Editor: Edo


