Lebak Banten, TargetOprasiNews.com — Di balik debu pembangunan, derap langkah prajurit, dan semangat gotong royong warga, harapan baru perlahan tumbuh di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, Kodim 0603/Lebak terus menggenjot sejumlah sasaran fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Progres rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) telah menembus 80 persen, pengecoran jalan mencapai 20 persen, sedangkan pembangunan sumur bor berada pada angka 30 persen.
Capaian tersebut bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Di balik setiap persen kemajuan, terdapat kerja keras prajurit TNI, dukungan masyarakat, dan harapan warga yang mendambakan rumah lebih layak, akses jalan yang lebih baik, serta ketersediaan air bersih.
Melalui program bertema “Membangun Negeri dari Desa”, TMMD ke-130 menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok Lebak.
RTLH Tembus 80 Persen, Asa Warga Segera Menempati Rumah Layak Kian Dekat
Salah satu sasaran yang paling menonjol adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni. Hingga hari ke-14, pengerjaannya telah mencapai 80 persen.
Angka tersebut menandai semakin dekatnya penyelesaian hunian yang diharapkan menjadi tempat tinggal lebih aman, nyaman, dan layak bagi warga penerima manfaat.
Bagi keluarga yang selama ini mendambakan kondisi rumah lebih baik, setiap bagian bangunan yang selesai dikerjakan menjadi gambaran perubahan yang semakin nyata. Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan dengan lebih tenang dan bermartabat.
Satgas TMMD terus mendorong penyelesaian pekerjaan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi. Sebab, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa cepat pekerjaan selesai, tetapi juga seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan warga.
Jalan 1,4 Kilometer Mulai Dicor, Akses Desa Jadi Taruhan Kemajuan
Di sektor infrastruktur, pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer menuju kawasan Situs Cibedug telah mencapai progres 20 persen.
Pekerjaan ini menjadi salah satu sasaran penting dalam membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat. Jalan yang memadai diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, menunjang kegiatan ekonomi, serta mempermudah perjalanan menuju kawasan yang memiliki potensi sejarah dan budaya.
Pembangunan jalan bukan sekadar mengubah permukaan tanah menjadi jalur yang lebih kokoh. Infrastruktur yang memadai juga menjadi penghubung antara aktivitas warga, akses pelayanan, dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Di tengah proses pengerjaan, semangat gotong royong menjadi kekuatan yang terus dijaga. Prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Setiap bagian jalan yang dikerjakan menjadi langkah menuju aksesibilitas yang lebih baik bagi warga Citorek Barat.
Sumur Bor Capai 30 Persen, Harapan Air Bersih Terus Diperjuangkan
Sementara itu, pembangunan sumur bor yang telah mencapai progres 30 persen menjadi bagian penting dari upaya mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketersediaan air yang memadai berperan dalam menunjang kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan.
Karena itu, pembangunan sumur bor diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setelah pekerjaan selesai dan fasilitas tersebut dapat digunakan.
Proses pengerjaan terus berlangsung dengan memperhatikan kondisi lapangan. Harapannya, pembangunan ini tidak hanya menjadi fasilitas baru, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Bukan Sekadar Membangun, TMMD Hadir Membawa Perubahan
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Citorek Barat memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan lebih dari sekadar tenaga dan material. Dibutuhkan pula kebersamaan, kepedulian, serta kerja sama berbagai pihak agar hasilnya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui keterlibatan prajurit TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan warga, program ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Kemanunggalan TNI dengan rakyat juga menjadi nilai penting yang menyertai pelaksanaan TMMD. Kedekatan tersebut tercermin dalam semangat bekerja bersama, saling membantu, dan menjaga agar pembangunan dapat berlangsung dengan baik.
Namun, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari persentase pekerjaan. Kualitas bangunan, kebermanfaatan fasilitas, serta pemeliharaan setelah program berakhir juga menjadi faktor penting dalam memastikan hasil pembangunan dapat bertahan lama.
Dari Citorek Barat, Harapan Pembangunan Terus Menyala
Memasuki hari ke-14, rehabilitasi RTLH yang mencapai 80 persen, pengecoran jalan sebesar 20 persen, dan pembangunan sumur bor sebesar 30 persen menunjukkan bahwa sejumlah sasaran fisik TMMD ke-130 terus bergerak menuju penyelesaian.
Dengan semangat “Membuka Akses, Menumbuhkan Harapan, Membangun Kemandirian,” Kodim 0603/Lebak terus mendorong agar setiap sasaran dapat diselesaikan sesuai rencana tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
Bagi masyarakat Citorek Barat, rumah yang lebih layak adalah harapan akan kehidupan keluarga yang lebih baik. Jalan yang dibangun menjadi peluang terbukanya akses yang lebih luas, sedangkan sumur bor diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, satu hal menjadi penting: hasil TMMD harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat saat pekerjaan berlangsung.
Dari desa, perubahan mulai diupayakan. Dari gotong royong, kekuatan dibangun. Dan melalui pengabdian kepada rakyat, TMMD ke-130 Kodim 0603/Lebak terus membawa harapan bahwa pembangunan dapat tumbuh dari pelosok untuk masa depan masyarakat yang lebih baik. (Red)




