Upaya penyelamatan yang berlangsung hingga malam hari itu berakhir dengan duka. Korban tidak berhasil diselamatkan setelah tertimbun material tanah di dalam sumur yang tengah digalinya.
Berawal dari Penggalian Sumur Tua
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban melakukan penggalian kembali sumur tua dengan tujuan mengupayakan sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Namun, pekerjaan tersebut berujung petaka. Bagian bata yang berfungsi sebagai penahan tanah dilaporkan mengalami keretakan hingga memicu longsoran yang menimbun korban.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan. Tim gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan evakuasi di tengah kondisi lokasi yang rawan dan penuh risiko.
Evakuasi Berlangsung hingga Malam
Proses evakuasi melibatkan Kapolsek Malingping AKP Pipih Iwan H., S.H., Camat Malingping, tim Basarnas, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), unsur Pemerintah Desa Cipeundeuy yang diwakili Sekretaris Desa Tomi, serta masyarakat setempat.
Kondisi tanah yang terus bergerak menjadi salah satu kendala utama. Petugas dituntut bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari risiko longsoran susulan yang dapat membahayakan keselamatan personel.
Proses evakuasi sempat dijeda saat memasuki waktu Magrib. Setelah berbagai upaya dilakukan, korban akhirnya berhasil diangkat sekitar pukul 22.00 WIB.
Warga dan kerabat yang menunggu di sekitar lokasi turut memanjatkan doa agar proses evakuasi berjalan lancar. Namun, harapan untuk melihat korban kembali dalam keadaan selamat harus pupus setelah Deni ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Malingping Ungkap Kendala Evakuasi
Kapolsek Malingping AKP Pipih Iwan H., S.H., menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung lama akibat kondisi struktur tanah yang terus bergerak dan menyulitkan petugas.
“Proses evakuasi berlangsung sejak pagi hingga larut malam. Kondisi tanah yang terus bergerak menjadi kendala bagi kami, sehingga bersama tim Basarnas dan unsur lainnya, kami harus ekstra hati-hati dalam melaksanakan proses evakuasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat serta masyarakat yang tetap siaga memberikan dukungan selama proses penanganan berlangsung.
Masyarakat Diminta Utamakan Keselamatan
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya memperhatikan faktor keselamatan dalam pekerjaan penggalian tanah, khususnya pada sumur tua dengan struktur penahan yang berpotensi rapuh.
Kapolsek Malingping mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tanah dan kekuatan dinding sumur sebelum melakukan penggalian.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan penggalian tanah, terlebih apabila kondisi tanah tidak stabil. Keselamatan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa,” tegasnya.
Tragedi yang merenggut nyawa Deni menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Kampung Cikadu. Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa pekerjaan penggalian sumur harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan, kestabilan tanah, dan langkah-langkah keselamatan yang memadai.
Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan berisiko agar upaya memenuhi kebutuhan hidup tidak berakhir dengan kehilangan nyawa.
Pewarta: Maman


