Lebak Banten, TargetOprasiNews.com — Aparat gabungan di Kabupaten Lebak, Banten, melakukan penyemprotan dan pembersihan abu vulkanik di sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum menyusul dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).
Kegiatan melibatkan personel Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Penyemprotan diawali apel pengecekan personel dan kendaraan di Lapangan Apel Setda Kabupaten Lebak sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam apel tersebut, setiap unsur dibagi ke sejumlah sektor dan rute yang menjadi sasaran pembersihan.
Personel Kodim 0603/Lebak ditugaskan melakukan penyemprotan di sepanjang rute Rel Kereta Api Pasar Lama, Pasar Sunan Kalijaga hingga Rumah Sakit Kartini, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung.
Adapun personel Polres Lebak melakukan penyemprotan di kawasan Jembatan Keong, RSUD Adjidarmo, Jalan Buta Tuli, Jembatan Dua hingga Mandala.
Damkar Kabupaten Lebak menangani sektor Pemda, Kampung Gudeg, Ranca Lenta hingga Hari Winangun. Sementara BPBD Kabupaten Lebak melakukan pembersihan di sektor Gunung Tanjung, Stadion Ona, Polres hingga Narimbang.
Pasiops Kodim 0603/Lebak Kapten Inf Sahala mengatakan, penyemprotan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik yang telah berada di sejumlah titik di wilayah Lebak.
“Penyemprotan ini merupakan langkah antisipasi untuk membersihkan abu vulkanik yang berada di sejumlah titik. Kami bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi peningkatan dampak,” ujar Sahala.
Menurut dia, keterlibatan sejumlah instansi diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Masing-masing unsur bergerak berdasarkan sektor yang telah ditetapkan sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Kodim 0603/Lebak bersama unsur Forkopimda Kabupaten Lebak juga akan terus memantau perkembangan situasi serta dampak abu vulkanik di wilayah tersebut.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dan aparat dalam mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat tetap berjalan. (red)


