Lebak, TargetOprasiNews.com – Langit politik Kabupaten Lebak mulai dipenuhi awan-awan dinamika baru. Satu manuver yang semula dianggap biasa kini berubah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Sosok pengusaha muda sekaligus Bendahara Umum DPP Gapensi, Moch. Nabil Jayabaya, resmi mengenakan seragam biru Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Banten.
Bagi sebagian orang, itu hanyalah perpindahan politik. Namun di mata pengamat politik Banten, H. Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak, langkah tersebut merupakan awal dari sebuah permainan politik yang jauh lebih besar.
"Ini bukan sekadar bergabung dengan partai. Ini bisa menjadi langkah strategis menuju kepemimpinan politik di Lebak," ujar King Badak.
Menurutnya, Nabil datang bukan sebagai wajah baru tanpa bekal. Ia membawa modal yang tidak sedikit: jaringan organisasi nasional, pengalaman sebagai pengusaha, kemampuan membangun komunikasi lintas kalangan, serta kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
King Badak menilai, kombinasi kekuatan tersebut berpotensi menjadikan Nabil sebagai figur yang diperhitungkan dalam percaturan politik Lebak.
Sorotan pun kini mengarah pada satu momentum penting: Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak yang direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026.
Di tengah dinamika internal partai, nama Nabil mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk memimpin DPC Demokrat Lebak. Jika skenario itu terwujud, menurut King Badak, arah politik Kabupaten Lebak bisa memasuki babak baru.
"Memimpin DPC Demokrat akan menjadi modal politik yang sangat penting. Dari sana, peluang menuju kontestasi Pilkada akan semakin terbuka," katanya.
King Badak berpandangan bahwa kepemimpinan partai merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menjelang pemilihan kepala daerah. Namun ia juga menegaskan bahwa seluruh proses tetap bergantung pada mekanisme internal partai serta dinamika politik yang berkembang.
Bagi Demokrat, kehadiran Nabil dinilai berpotensi menghadirkan energi baru. Sementara bagi Nabil, Demokrat dapat menjadi kendaraan politik untuk memperluas kiprah dari dunia usaha dan kegiatan sosial menuju panggung kepemimpinan daerah.
Kini, perhatian publik tertuju ke penghujung Agustus. Akankah Muscab Demokrat benar-benar menjadi pintu yang mengantarkan Nabil Jayabaya ke kursi Ketua DPC? Dan apakah langkah itu akan menjadi awal perjalanan menuju pertarungan besar Pilkada Lebak?
Waktu akan menjadi saksi. Namun satu hal yang pasti, suhu politik Lebak mulai memanas, dan setiap langkah para pemainnya akan terus menjadi sorotan. (do/red)

