WWW.TARGETOPRASINEWS.COM

KING BADAK SOROTI DUGAAN PENAHANAN IJAZAH SISWA, DESAK PEMERINTAH SELAMATKAN HAK PENDIDIKAN ANAK MISKIN


Lebak, TargetOprasiNews.com – Dugaan penahanan ijazah seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Lebak menuai sorotan. Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang dikenal sebagai King Badak, mendesak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera turun tangan agar tidak ada anak kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan akibat persoalan administrasi.

King Badak mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat kurang mampu yang harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup, namun tetap berusaha menyekolahkan anak-anak mereka demi masa depan yang lebih baik.

"Orang tua rela bekerja siang malam agar anaknya bisa sekolah. Jangan sampai harapan itu pupus hanya karena persoalan administrasi atau tunggakan biaya," ujar Eli Sahroni.

Keprihatinan tersebut muncul setelah dirinya menerima informasi mengenai dugaan penahanan ijazah atau dokumen kelulusan milik seorang siswi bernama Raisha Rasyidatu Marwa di SD Insan Karima Rangkasbitung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, dokumen tersebut diduga belum diserahkan karena masih terdapat tunggakan biaya pendidikan.

Apabila informasi itu benar, menurut King Badak, kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pendaftaran Raisha ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga mengancam keberlangsungan pendidikannya.

"Kalau benar ada anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena ijazahnya belum diberikan, ini harus menjadi perhatian serius. Pendidikan adalah hak setiap anak, bukan sesuatu yang boleh terhambat oleh persoalan administratif," tegasnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah segera mencari solusi terbaik yang mengedepankan kepentingan peserta didik.

King Badak juga mengingatkan agar persoalan serupa tidak menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lebak. Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi dan musyawarah merupakan langkah yang lebih bijaksana dibanding membiarkan masa depan seorang anak terancam.

"Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi korban keadaan. Semua pihak harus hadir memberikan jalan keluar," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SD Insan Karima Rangkasbitung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (do) 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia