Lebak Banten, TargetOprasiNews.com – Di tengah tuntutan kebutuhan hidup yang terus berjalan, bantuan pangan menjadi salah satu penopang bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 433 warga Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menerima bantuan beras, Selasa (15/9/2026).
Bukan sekadar tiga karung beras, bagi sebagian warga penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi tambahan penting untuk menjaga kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi.
Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras, yang dikemas dalam tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram.
Bantuan itu pun disambut dengan rasa syukur. Salah seorang penerima manfaat, Hoyah, mengaku bantuan yang diterimanya sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan pangan keluarga. Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hoyah.
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Rangkasbitung Barat, Wildan Futrasyah, mengatakan proses penyaluran dilakukan dengan mekanisme administrasi yang telah ditentukan.
Setiap warga penerima manfaat diwajibkan membawa KTP dan barcode yang sebelumnya telah dibagikan.
“Untuk pengambilan bantuan, warga membawa KTP dan barcode yang sebelumnya sudah dibagikan,” kata Wildan.
Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan agar proses pengambilan berjalan tertib serta bantuan diterima oleh warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.
Wildan berharap bantuan beras tersebut tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga, bantuan 30 kilogram beras tersebut setidaknya dapat membantu mengurangi sebagian beban pengeluaran warga.
Penyaluran kepada 433 penerima manfaat ini pun diharapkan berlangsung secara tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Rangkasbitung Barat.
Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan hanya soal beras yang dibawa pulang, tetapi juga tentang sedikit ruang bernapas di tengah kebutuhan hidup yang harus terus dipenuhi.(ds)

