Muscab PKB Lebak Tegaskan Konsolidasi, Targetkan Penguatan Posisi Politik Daerah
Lebak, targetoprasinews.com – Aula DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lebak di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Senin (6/4/2026), menjadi saksi bagaimana sebuah partai menegaskan langkah besarnya: bangkit, menguat, dan membidik puncak kekuasaan politik di daerah.
Di tengah forum Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung penuh semangat, Ketua DPC PKB Lebak, Acep Dimyati, membuka lembaran perjalanan yang tak selalu mudah. Dari kondisi serba terbatas—tanpa gedung, tanpa struktur yang solid—PKB kini menjelma menjadi kekuatan politik yang kian diperhitungkan.
Lonjakan kursi dari 4 menjadi 7 di DPRD Kabupaten Lebak pada Pemilu 2024 bukan sekadar angka. Itu adalah simbol kebangkitan. Lebih dari itu, PKB berhasil menorehkan sejarah dengan mengirim wakil ke DPR RI untuk pertama kalinya sejak era pemilu terbuka 1999—sebuah pencapaian yang mengguncang peta politik lokal.
“Dari awal kami sudah pasang target: PKB harus jadi nomor satu di Lebak,” tegas Acep, suaranya menggema di ruang Muscab. “Hari ini, dengan 7 kursi, kami bukan lagi sekadar peserta—kami penantang serius.”
Di balik angka-angka itu, ada gelombang besar yang tak bisa diabaikan. Basis kader yang dulu hanya sekitar 1.000 orang kini melonjak menjadi 80.000, dengan puluhan ribu di antaranya aktif bergerak. Ini bukan hanya pertumbuhan—ini adalah mobilisasi kekuatan.
Muscab kali ini juga menjadi panggung penentuan arah. Empat nama mencuat ke permukaan: Acep Dimyati, Ade Adriyana, Asep Awaludin, dan Rijal. Mereka akan diuji secara senyap namun menentukan oleh DPP—melalui wawancara tertutup yang menakar loyalitas, kapasitas, hingga kesiapan menghadapi pertarungan politik ke depan.
Tak ada ruang bagi ego. Semua kandidat telah menyatakan siap ditempatkan di posisi mana pun. Sebuah sinyal bahwa pertarungan internal berubah menjadi konsolidasi kekuatan.
Dari pusat, Farida Farichah menyampaikan apresiasi, namun juga memberi penegasan tersirat: capaian ini adalah awal, bukan akhir.
“Ini bukti kerja keras yang nyata. Tapi tantangan ke depan jauh lebih besar,” ujarnya.
Muscab PKB Lebak kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia adalah titik balik. Sebuah deklarasi diam-diam bahwa PKB tidak lagi ingin sekadar ikut dalam permainan politik—melainkan siap menjadi pemain utama.
Dengan mesin partai yang kian solid dan basis massa yang terus menguat, satu pesan terasa jelas menggantung di udara:
PKB Lebak sedang bergerak—dan mereka tidak datang untuk menjadi nomor dua. (ds/red)

